Kamis, 23 April 2026

Video

VIDEO - Balas Cuitan Trump: Selat Hormuz Akan Ditutup Total, Serangan Balasan Siap Digelar

Iran juga disebut siap memperluas target serangan, termasuk infrastruktur energi dan teknologi informasi milik Israel.

SERAMBINEWS.COM - Iran melontarkan peringatan keras kepada Amerika Serikat (AS) menyusul ultimatum 48 jam yang disampaikan Presiden AS, Donald Trump.

Juru bicara Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya, Ebrahim Zolfaghari, menegaskan Teheran siap mengambil langkah balasan jika ancaman terhadap infrastruktur vital negaranya benar-benar direalisasikan.

Sebelumnya, AS mengancam akan menargetkan pembangkit listrik Iran apabila Teheran tidak membuka kembali Selat Hormuz secara penuh.

Baca juga: IRGC Ancam Tutup Total Selat Hormuz, Ketegangan Iran–AS Kian Memanas

Menanggapi hal itu, Zolfaghari menyatakan Iran tidak akan tinggal diam. Ia bahkan menegaskan Selat Hormuz akan ditutup sepenuhnya sebagai langkah pertama jika serangan terhadap pembangkit listrik terjadi.

“Jika ancaman Amerika terhadap pembangkit listrik Iran dilaksanakan, maka respons akan segera dilakukan. Selat Hormuz akan ditutup total dan tidak akan dibuka sampai fasilitas kami yang hancur dibangun kembali,” tegasnya, Minggu (22/3/2026).

Lebih lanjut, Iran juga disebut siap memperluas target serangan, termasuk infrastruktur energi dan teknologi informasi milik Israel.

Tak hanya itu, Zolfaghari mengingatkan bahwa fasilitas pembangkit listrik di negara-negara kawasan yang menjadi basis militer AS juga berpotensi menjadi sasaran.

Ia menegaskan seluruh kekuatan telah disiapkan untuk menghadapi eskalasi konflik, dengan tujuan melumpuhkan kepentingan ekonomi Amerika di Timur Tengah.

“Kami bukan pihak yang memulai perang. Namun jika fasilitas vital kami diserang, kami akan melakukan segala cara untuk mempertahankan negara dan kepentingan nasional,” pungkasnya.(*)

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved