Minggu, 12 April 2026

Video

VIDEO - Iran Tantang Trump: Ultimatum 48 Jam Diabaikan, AS Diancam ‘Pintu Neraka’

Iran tidak akan tinggal diam menghadapi tekanan maupun ancaman militer, setiap bentuk agresi terhadap Iran akan dibalas tanpa batas.

SERAMBINEWS.COM - Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat kembali memanas setelah ultimatum Presiden AS, Donald Trump, terkait pembukaan Selat Hormuz diabaikan oleh Teheran.

Sebelumnya, Trump mendesak Iran agar segera membuka akses Selat Hormuz dalam waktu 48 jam. Ia bahkan mengancam akan memberikan konsekuensi keras jika tuntutan tersebut tidak dipenuhi, dengan peringatan bahwa Iran akan menghadapi situasi “neraka”.

Namun, respons Iran justru jauh dari kata tunduk. Teheran menolak tekanan tersebut dan memilih untuk melontarkan balasan keras. Ancaman Trump dinilai sebagai bentuk kepanikan dan ketidakberdayaan.

Baca juga: Trump: Penembakan Dua Pesawat Tempur AS oleh Iran Tak Ganggu Negosiasi

Pernyataan tegas itu disampaikan oleh Ali Abdollahi Aliabadi dari Markas Besar Pusat Khatam Al Anbiya. Ia menyebut ultimatum AS sebagai tindakan yang tidak seimbang dan tidak rasional.

Aliabadi menegaskan bahwa Iran tidak akan tinggal diam menghadapi tekanan maupun ancaman militer. Menurutnya, setiap bentuk agresi terhadap Iran akan dibalas tanpa batas.

Ia bahkan memperingatkan bahwa seluruh infrastruktur yang digunakan oleh militer AS dan sekutunya berpotensi menjadi target serangan berkelanjutan.

“Jika musuh Amerika-Zionis melakukan agresi apa pun, kami akan, tanpa batasan, menyerang semua infrastruktur yang digunakan tentara AS serta rezim Zionis, dan menghancurkannya,” tegasnya.

Situasi ini semakin memperlihatkan meningkatnya tensi geopolitik di kawasan Timur Tengah, khususnya terkait jalur strategis Selat Hormuz yang menjadi salah satu urat nadi perdagangan energi dunia.(*)

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved