Jumat, 10 April 2026

Video

VIDEO Harga Plastik Melonjak hingga 80 Persen, Pedagang dan UMKM di Sabang Mengeluh

Kenaikan harga plastik yang mencapai 70 hingga 80 persen dalam beberapa waktu terakhir mulai berdampak pada pedagang dan pelaku UMKM

Penulis: Aulia Prasetya | Editor: T Nasharul

Laporan Wartawan Serambi Indonesia, Aulia Prasetya | Sabang

SERAMBINEWS.COM, SABANG - Kenaikan harga plastik yang mencapai 70 hingga 80 persen dalam beberapa waktu terakhir mulai berdampak pada pedagang dan pelaku usaha kecil di Kota Sabang. Selain harga yang melonjak, ketersediaan barang juga semakin terbatas di pasaran.

Hendri, pedagang plastik di Jalan Perdagangan Sabang, mengatakan lonjakan harga terjadi pada hampir seluruh jenis plastik. Bahkan, menurutnya, kondisi saat ini diibaratkan seperti “roket” karena kenaikan berlangsung cepat dan terus berlanjut, Rabu (8/4/2026).

Tak hanya harga, ia juga mengeluhkan sulitnya mendapatkan barang dari distributor. Pasokan dari pabrik disebut menurun akibat keterbatasan bahan baku.

Baca juga: Harga Plastik Terus Naik, Diperkirakan Bertahan hingga Satu Tahun

Menurut Hendri, keterbatasan produksi di pabrik disebabkan sulitnya bahan baku yang sebagian besar berasal dari turunan minyak. Ia menyebut kondisi global turut memengaruhi pasokan bahan baku tersebut.

Kenaikan harga ini juga berdampak langsung pada daya beli masyarakat. 
Pelaku usaha kecil dan UMKM yang sebelumnya membeli dalam jumlah besar kini mulai mengurangi pembelian.

Keluhan serupa disampaikan Meisina, pedagang kuliner di Sabang, yang mengaku biaya operasional usahanya meningkat tajam akibat kenaikan harga plastik.

Ia mencontohkan, harga plastik tertentu yang sebelumnya sekitar Rp4.000 kini melonjak menjadi Rp8.000 per kemasan. Meski demikian, ia memilih tidak menaikkan harga jual makanan demi menjaga pelanggan.

Para pelaku usaha di Sabang berharap pemerintah dan pihak terkait dapat segera menstabilkan harga serta memastikan kelancaran pasokan plastik.

Stabilitas distribusi dinilai menjadi kunci agar aktivitas ekonomi, khususnya sektor mikro, tidak semakin tertekan.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved