Minggu, 19 April 2026

Video

VIDEO Momen Ridwan Kamil Jadi “Tour Guide” Museum Tsunami Aceh

Dengan gaya santai mengenakan kaos cokelat polos, Ridwan Kamil memandu rombongan menyusuri setiap sudut museum

Penulis: Rianza Alfandi | Editor: T Nasharul

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Rianza Alfandi | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEHRidwan Kamil tampil tak biasa saat mengunjungi Museum Tsunami Aceh, Sabtu (18/4/2026). 

Kali ini, pria yang akrab disapa Kang Emil itu langsung menjadi pemandu wisata (tour guide) bagi para tamu internasional yang merupakan arsitek dari berbagai negara.

Dengan gaya santai mengenakan kaos cokelat polos dan celana kasual, Ridwan Kamil memandu rombongan menyusuri setiap sudut museum, mulai dari lantai dasar hingga rooftop. 

Ia menjelaskan secara detail konsep desain, filosofi ruang, hingga makna di balik setiap elemen bangunan yang ia rancang.

Diketahui, kunjungan tersebut merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Persatuan Arsitek Internasional atau Union Internationale des Architectes (UIA) melalui program kerja Natural and Human Disasters yang menggelar konferensi internasional bertajuk International Conference on Natural & Human Disaster 2026: Rethinking Architecture – Disaster Risk Reduction, Resilience & Recovery (DR3) di Banda Aceh. 

Baca juga: VIDEO Ridwan Kamil Kenang Perjalanan Emosional Merancang Museum Tsunami Aceh

Para peserta dijadwalkan meninjau langsung Museum Tsunami Aceh sebagai salah satu contoh arsitektur yang lahir dari tragedi, namun berfungsi sebagai ruang edukasi dan refleksi.

Kang Emil menyebut, museum yang mulai dirancang pada 2007 dan diresmikan pada 2009 tersebut kini telah berusia sekitar 17 tahun. 

Dalam kesempatan itu, ia pun berbagi cerita tentang proses kreatif sekaligus emosional saat merancang bangunan yang terinspirasi dari tragedi Tsunami Aceh 2004.

Di bawah panduannya, para arsitek dunia tampak tak hanya mengagumi struktur bangunan, tetapi juga larut dalam suasana yang dihadirkan museum. 

Beberapa di antaranya bahkan terlihat terharu saat menyaksikan visual dan narasi yang menggambarkan dahsyatnya tsunami 2004.

Baca juga: Bentuk Kebebasan Berekspresi, YDUA Pamerkan Puluhan Lukisan Anak di Museum Tsunami Aceh

Kang Emil, mengaku bahagia melihat museum tersebut kini ramai dikunjungi, terutama oleh kalangan pelajar. Menurutnya, antusiasme generasi muda dalam mempelajari sejarah bencana menjadi kunci untuk membangun masa depan yang lebih siap dan tangguh.

Sementara itu, Ketua Penyelenggara DR3 Aceh 2026 sekaligus Ketua Region IV (Asia dan Oceania) UIA Natural and Human Disasters Work Programme, Aimee Roslan, mengaku cukup senang karena kunjungannya ke Museum Tsunami Aceh dipandu langsung oleh arsitek museum tersebut. 

Ia menyebut, kunjungan lapangan ini menjadi bagian penting dari konferensi untuk mengingat kembali tragedi Tsunami Aceh 2004 sekaligus meningkatkan kesadaran akan pentingnya mitigasi bencana.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved