Kamis, 7 Mei 2026

Video

VIDEO - 26 Kapal 'Bayangan' Iran Lolos dari Blokade AS di Selat Hormuz, Ekspor Energi Mengalir

Pembukaan kembali jalur tersebut memberi ruang bagi kapal-kapal komersial untuk kembali melintas

Tayang:

SERAMBINEWS.COM - Sebanyak 26 kapal yang diduga bagian dari armada “bayangan” Iran dilaporkan berhasil menembus blokade Amerika Serikat di Selat Hormuz.

Informasi tersebut terungkap dalam laporan intelijen maritim Lloyd's List yang dikutip oleh Iran International pada Selasa (21/4/2026).

Berdasarkan data pelacakan kapal, puluhan armada tersebut tetap bergerak aktif meski tekanan militer di kawasan meningkat tajam.

Baca juga: VIDEO China Kecam Aksi AS Sita Kapal Kargo Iran Sebut Bisa Timbul Konflik Baru

Kapal-kapal yang berhasil melintas terdiri dari tanker minyak dan gas yang membawa ekspor energi Iran keluar dari kawasan Teluk.

Laporan itu menunjukkan bahwa jaringan armada bayangan Iran masih mampu beroperasi secara efektif, bahkan di tengah pengawasan ketat Angkatan Laut Amerika Serikat.

Fenomena ini mengindikasikan bahwa upaya pembatasan distribusi energi Iran melalui jalur laut belum sepenuhnya berhasil.

Di sisi lain, Iran juga diketahui kembali membuka jalur pelayaran di Selat Hormuz pada Senin (20/4), setelah sebelumnya sempat ditutup pada Sabtu (18/4).

Pembukaan kembali jalur tersebut memberi ruang bagi kapal-kapal komersial untuk kembali melintas di salah satu rute energi terpenting dunia.

Baca juga: VIDEO Iran Balas Serangan, Drone Canggih Gempur Kapal di Kawsan Teluk Oman

Meski demikian, Teheran menegaskan bahwa keputusan tersebut bersifat sementara.

Iran memperingatkan akan kembali menutup Selat Hormuz jika Amerika Serikat tetap melanjutkan blokade terhadap pelabuhan dan aktivitas maritimnya di luar wilayah selat.

Situasi ini menambah ketegangan di kawasan, mengingat Selat Hormuz merupakan jalur vital yang dilalui sekitar 20 persen pasokan energi global.

Pengamat menilai, keberhasilan kapal-kapal “bayangan” ini menjadi bukti bahwa konflik di jalur laut belum menunjukkan tanda mereda, bahkan berpotensi memicu eskalasi baru antara kedua negara.(*)

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved