Video
VIDEO - Ismail Rasyid Bahas Serius Konektivitas Aceh-Malaysia
Ismail Rasyid berharap ke depan Aceh bisa mengekspor langsung hasil alam melalui pelabuhan di Aceh ke berbagai negara
Penulis: Zainal Arifin M Nur | Editor: Teuku Raja Maulana
Laporan Wartawan Serambi Indonesia, Zainal Arifin |Hanoi, Vietnam
SERAMBINEWS.COM, HANOI – CEO PT Trans Continent Ismail Rasyid membahas serius peluang dan tantangan untuk segera mewujudkan konektivitas pelabuhan Aceh dengan Port Klang Malaysia.
Pada, Kamis (23/4/2026), Ismail Rasyid melakukan diskusi mendalam dengan Chief Operating Officer (COO) PT Trans Continent, Alan Mclare, di sela-sela Annual Global Meeting (AGP) 2026 Globalink & Global Value Network, di Hotel Sheraton Hanoi Vietnam, Kamis 23 April 2026.
Sehari sebelumnya, di tempat yang sama, Ismail Rasyid bersama Alan dan Jibril Gibran juga sudah berdiskusi dengan James Ku, GM Infinity Logistics & Transport Sdn, Bhd, perusahaan logistik dan cargo besar asal Malaysia.
Pertemuan Ismail Rasyid dengan pihak Infinity Logistics & Transport Malaysia dalam forum bisnis di Hanoi, Vietnam, menghasilkan kesepakatan positif. Perusahaan logistik besar asal Malaysia itu menyatakan siap mendukung rencana ekspor-impor langsung melalui pelabuhan Aceh menuju Port Klang, Malaysia dan sebaliknya.
Baca juga: Trans Continent Boyong Tim ke Vietnam, Hadiri Pertemuan Tahunan Globalink Network
Annual Global Meeting di Hanoi Vietnam yang berlangsung dari, Senin hingga Kamis (20-23/4/2026) ini, diikuti sekitar 150 pengusaha multimoda transportasi dari berbagai negara.
Dengan bantuan dari mitra bisnisnya di luar negeri, Ismail Rasyid berharap ke depan Aceh bisa mengekspor langsung hasil alam melalui pelabuhan di Aceh ke berbagai negara, sehingga memberi nilai tambah bagi masyarakat dan Pemerintah Aceh.
Setelah pertemuan dengan pihak Infinity Malaysia, Chief Operating Officer (COO) PT Trans Continent, Alan Mclare kemudian menyusun proposal detail mengenai biaya lokal, ongkos pengiriman, hingga reposisi kontainer kosong dari Malaysia ke Aceh. Rencana jangka panjang menargetkan Lhokseumawe sebagai hub utama ekspor Aceh, dengan pengembangan Banda Aceh dan Sabang.
Ismail menekankan pentingnya dukungan pemerintah, regulasi jelas, serta kesiapan fasilitas pendukung seperti karantina, CIQP (Custom, Immigration, Quarantine, Port), dan infrastruktur pemeriksaan. Meski keuntungan awal belum besar, ia optimis manfaat ekonomi akan meningkat dengan arus perdagangan dua arah.
Baca juga: VIDEO PT Trans Continent Boyong Tim ke Vietnam Hadiri Pertemuan Tahunan Globalink Network
Komoditas unggulan Aceh seperti karet, kopi, pinang, kayu, rotan, dan seafood disebut berpotensi besar untuk ekspor langsung ke pasar regional maupun internasional.
Dalam forum yang sama, Ismail Rasyid juga membicarakan peluang ekspor impor dari dan ke Aceh dengan pelaku pengiriman logistik dari Trukiye, India, China, dan negara lainnya.
Dari Hanoi Vietnam, Zainal Arifin M Nur Serambinews.com.
| VIDEO - Tujuh Toko di Lhoong Terbakar, Tiga Unit Rusak Berat, Satu Warga Luka Ringan |
|
|---|
| VIDEO - Warga Membludak, Nabila Taqiyyah Meriahkan Malam Puncak HUT ke-821 Banda Aceh |
|
|---|
| VIDEO - Diduga Konsleting Listrik, Rumah Warga Tanjung Langsa Barat Hangus Terbakar |
|
|---|
| VIDEO - Ganja dan Sabu Dimusnahkan dengan Cara Dibakar dan Diblender |
|
|---|
| VIDEO - Kartini SMKN 1 Gandapura Pakai Kebaya Ikuti Upacara dan Tanam Pohon |
|
|---|