Selasa, 5 Mei 2026

Video

VIDEO - Iran Serang UEA, Trump Murka: Akan Kami Lenyapkan dari Muka Bumi

Serangan IRGC ke UEA menargetkan fasilitas minyak dan memicu kebakaran besar

Tayang:

SERAMBINEWS.COM - Konflik antara Amerika Serikat dan Iran kembali memanas setelah gencatan senjata yang bertahan sejak 8 April 2026 resmi runtuh. Ketegangan terbaru pecah di Selat Hormuz hingga merambat ke wilayah Uni Emirat Arab (UEA), memicu ancaman keras dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

Situasi di Timur Tengah kembali memasuki fase berbahaya pada Selasa (5/5/2026). Eskalasi militer besar-besaran terjadi setelah operasi militer Amerika Serikat di Selat Hormuz mendapat serangan balasan dari Iran.

Proyek militer AS bertajuk “Project Freedom” yang bertujuan mengawal kapal-kapal dagang di jalur strategis Selat Hormuz dilaporkan menjadi sasaran serangan rudal dan drone Iran pada Senin.

Baca juga: VIDEO Dua Rudal Peringatan Iran Buat Kapal Perang AS Mundur dari Selat Hormuz

Presiden Donald Trump melalui akun Truth Social mengklaim Angkatan Laut Amerika Serikat berhasil menghancurkan tujuh kapal cepat Iran yang disebut mencoba mengganggu jalur pelayaran internasional.

Di sisi lain, Kepala CENTCOM Laksamana Brad Cooper membenarkan bahwa pasukan AS terlibat pertempuran sengit untuk menghadapi kombinasi serangan udara dan laut dari Iran.

Ketegangan kali ini juga meluas ke wilayah Uni Emirat Arab. Untuk pertama kalinya sejak perang pecah, Iran dilaporkan meluncurkan rudal jelajah dan drone ke wilayah Fujairah, UEA.

Serangan tersebut menargetkan fasilitas minyak dan memicu kebakaran besar. Sedikitnya tiga orang dilaporkan terluka akibat insiden itu.

Kementerian Pertahanan UEA menyebut pihaknya berhasil mencegat 15 rudal dan empat drone yang mengarah ke wilayah strategis negara tersebut.

Baca juga: Selat Hormuz Membara: AS Hancurkan Kapal Iran Usai Insiden Kapal Korea Selatan

Namun, sebuah kapal tanker milik ADNOC dilaporkan tetap terkena serangan drone di luar Selat Hormuz, sehingga meningkatkan kekhawatiran dunia terhadap keamanan jalur energi global.

Akibat meningkatnya ancaman, otoritas UEA sampai mengeluarkan peringatan serangan rudal kepada warga sipil. Langkah tersebut menjadi yang pertama sejak jeda konflik pada April lalu.

Dalam wawancara dengan koresponden Fox News, Trey Yingst, Donald Trump mengeluarkan ancaman paling keras terhadap Teheran.

Trump menegaskan bahwa Iran akan “lenyap dari muka bumi” jika terus menyerang aset dan kepentingan Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah.

Pernyataan keras itu muncul di tengah keyakinan Washington bahwa jalur diplomasi dengan Iran telah gagal total.

Sementara itu, Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth dijadwalkan memberikan keterangan resmi terkait langkah militer Amerika Serikat selanjutnya di kawasan tersebut.(*)

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved