Video
VIDEO - PT GLEH Resmikan Insinerator Limbah Medis B3, Digadang Jadi Sumber PAD Puluhan Miliar Aceh
Ia juga mengkalkulasikan bila seluruh limbah B3 dari 86 rumah sakit di seluruh Aceh dapat dikelola secara mandiri dalam daerah.
Penulis: Sara Masroni | Editor: Rahmat Erik Aulia
Laporan Wartawan Serambi Indonesia Sara Masroni | Banda Aceh
SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - PT Garda Lestari Ekologi Hutama (GLEH) meresmikan pengoperasian Mesin Insinerator Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) Medis di kawasan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Blang Bintang, Aceh Besar. Peresmian berlangsung di Hermes Palace Hotel, Banda Aceh, Kamis (7/5/2026).
Direktur PT GLEH, T Emi Syamsyumi atau akrab disapa Abu Salam menyampaikan, fasilitas ini menjadi langkah strategis untuk memutus rantai pengiriman limbah medis ke luar Aceh, sekaligus potensi menambah pendapatan asli daerah (PAD) yang diproyeksi bernilai puluhan miliar rupiah.
Ia juga mengkalkulasikan bila seluruh limbah B3 dari 86 rumah sakit di seluruh Aceh dapat dikelola secara mandiri dalam daerah.
Dikatakan, Selama bertahun-tahun, limbah medis dari fasilitas kesehatan di Aceh selalu dikirim ke Medan, Sumatera Utara, hingga Pulau Jawa untuk dimusnahkan. Kondisi ini dinilai menjadi ironi karena menghilangkan potensi perputaran ekonomi yang seharusnya bisa dimanfaatkan oleh daerah.
Berdasarkan data yang dipaparkan, sekitar 86 rumah sakit yang tersebar di seluruh kabupaten/kota di Aceh, volume limbah B3 yang dihasilkan diperkirakan mencapai 11 hingga 15 ton setiap harinya, atau menyentuh angka 4.000 ton per tahun.
Mesin insinerator PT GLEH yang saat ini beroperasi baru memiliki kapasitas awal sekitar 6 ton per hari. Namun, kapasitas tersebut akan terus ditingkatkan secara bertahap melalui pembangunan fasilitas tambahan.
Untuk mendukung ekspansi tersebut, PT GLEH telah menyewa lahan milik pemerintah di kawasan Ladong, Aceh Besar. Lahan ini diproyeksikan menjadi pusat fasilitas pengolahan limbah terpadu dari hulu ke hilir, dengan masa pembangunan memakan waktu 12 hingga 18 bulan ke depan.
Selain menyumbang PAD, kehadiran industri pengolahan limbah ini diyakini mampu menyerap tenaga kerja lokal dan menekan angka pengangguran. Manfaat efisiensi juga akan dirasakan langsung oleh pihak rumah sakit. (*)
Host : Siti Masyithah
Editor : Rahmat Erik Aulia
| VIDEO - Viral Bocah Kaos Kuning Gagalkan Maling Motor, Pelaku Kabur Panik Tinggalkan Hasil Curian! |
|
|---|
| VIDEO - “Kamu Nggak Akan Lolos!” Dugaan Penganiayaan Wanita di Jakut Viral di Medsos |
|
|---|
| VIDEO - Ribuan Kapal Terjebak di Hormuz, Iran Masih Blokade Jalur Pelayaran |
|
|---|
| VIDEO - Dramatis! Detik-detik Ashari Diamankan di Wonogiri Terkait Dugaan Pencabulan |
|
|---|
| VIDEO - Kiai Ashari, Tersangka Pencabulan 50 Santriwati di Pati Ditangkap |
|
|---|