Jumat, 8 Mei 2026

Video

VIDEO Walau Pernah Dirudal Iran, Arab Saudi Tetap Beri Akses Pangkalan Udara ke AS

Arab Saudi dan Kuwait dilaporkan kembali membuka akses bagi militer AS untuk menggunakan pangkalan serta wilayah udara mereka.

Tayang:
Editor: T Nasharul

SERAMBINEWS.COM - Arab Saudi dan Kuwait dilaporkan kembali membuka akses bagi militer Amerika Serikat (AS) untuk menggunakan pangkalan serta wilayah udara mereka.

Kebijakan tersebut dilakukan ketika Washington berupaya melanjutkan operasi angkatan laut di Selat Hormuz di tengah meningkatnya ketegangan kawasan.

Laporan Wall Street Journal, dikutip Al Mayadeen (7/5/2026) menyebut Arab Saudi dan Kuwait mencabut pembatasan penggunaan pangkalan militer, Serta wilayah udara AS yang sebelumnya diberlakukan.

Langkah itu terjadi di tengah penolakan Iran terhadap operasi yang disebut sebagai “Project Freedom.” 

Iran menilai operasi tersebut bertujuan memperkuat kontrol AS di Selat Hormuz yang berada di wilayah perairan strategis dekat Iran.

Baca juga: AS-Iran Memanas di Selat Hormuz, Trump Pastikan Gencatan Senjata Tetap Berlaku

Pemerintahan Donald Trump disebut tengah berupaya mengaktifkan kembali operasi tersebut setelah sebelumnya dihentikan hanya sehari usai diluncurkan. 

Selain itu, langkah tersebut juga berlangsung di tengah blokade Selat Hormuz oleh AS yang dinilai melanggar kesepakatan yang sebelumnya dicapai pada April lalu.

Namun, seorang pejabat Gedung Putih membantah adanya pembatasan terhadap operasi militer AS sejak awal. 

Pejabat tersebut menyebut informasi yang beredar terkait larangan operasi merupakan kabar tidak benar.

Artikel ini telah tayang di

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved