Minggu, 10 Mei 2026

Video

VIDEO - Pascabanjir Bandang, Semua Alat Praktek SMKN 1 Peusangan Rusak

Lumpur masih terlihat di bagian belakang sekolah dan belum dibersihkan karena alat berat tidak bisa masuk ke area tersebut.

Tayang:
Penulis: Yusmandin Idris | Editor: m anshar

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Yusmandin Idris | Bireuen

SERAMBINEWS.COM, BIREUEN – Puluhan sekolah jenjang SMA dan SMK di Bireuen terdampak banjir. Enam di antaranya mengalami kerusakan paling parah, yaitu SMAN 1 Peusangan, SMAN 2 Peusangan, SMKN 1 Peusangan, SMAS Al Furqan, SMAN 1 Peusangan Siblah Krueng, dan SMAN 2 Kutablang.

SMKN 1 Peusangan Bireuen merupakan salah satu sekolah yang rusak parah dan penuh lumpur. Hingga Kamis (7/5/2026), kondisi sekolah belum pulih seratus persen. Proses belajar memang sudah berlangsung, namun seluruh sarana praktik siswa rusak.

Sebagian kecil alat sudah diperbaiki, tetapi masih banyak yang dalam kondisi rusak dan terpaksa diletakkan di luar ruangan. Mesin jahit di ruang tata busana yang sudah diservis berfungsi namun tidak maksimal karena suaranya agak bising. Beberapa unit komputer di ruang tata usaha sudah bisa digunakan kembali karena tidak terlalu parah terendam banjir. Sebaliknya, komputer di laboratorium tidak bisa diperbaiki lagi karena tenggelam dan kini diletakkan di luar ruangan.

Kepala SMKN 1 Peusangan, Faisal, menyampaikan bahwa dampak kerusakan komputer dan peralatan praktik lainnya mempengaruhi proses belajar mengajar. Untuk kelancaran ujian sekolah beberapa waktu lalu, pihak sekolah menyiasatinya dengan menggunakan aplikasi di ponsel siswa. Untuk kegiatan Tes Kemampuan Akademik tahun ajaran berikutnya, sekolah telah mengusulkan pengadaan alat praktik baru ke Dinas Pendidikan Aceh.

Lumpur masih terlihat di bagian belakang sekolah dan belum dibersihkan karena alat berat tidak bisa masuk ke area tersebut. Saat ini sedang dilakukan revitalisasi sekaligus peninggian bangunan sekolah guna mencegah banjir masuk ke ruang kelas. Peninggian lantai sekitar 20 hingga 30 sentimeter dimaksudkan agar saat hujan ruangan tidak lagi tergenang air, mengingat drainase di lokasi tersebut sudah tidak baik. (*)

Narator: Syita

Video Editor: Muhammad Anshar

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved