Video
VIDEO - Buruh Huntara Aceh Utara Adukan Upah Tertunda ke Haji Uma
Berdasarkan informasi dari BNPB, pembayaran kontrak kepada pengembang disebut telah diselesaikan.
Penulis: Jafaruddin | Editor: m anshar
Laporan Wartawan Serambi Indonesia Jafaruddin | Aceh Utara
SERAMBINEWS.COM, ACEH UTARA – Buruh dan tukang pembangun hunian sementara (huntara) bagi penyintas banjir di Kecamatan Lapang dan Seunuddon, Aceh Utara, mengadukan tunggakan upah kepada anggota DPD RI asal Aceh, Sudirman atau Haji Uma, Sabtu (9/5/2026) di Lhokseumawe.
Lebih dari 57 buruh disebut belum menerima pelunasan dari pihak rekanan meski proyek selesai sejak pertengahan Maret 2026. Total tunggakan mencapai sekitar Rp115,5 juta.
Rinciannya, Muslem asal Aceh Timur menunggu Rp38 juta, Faisal asal Lhokseumawe Rp35 juta, M Nasir asal Lhoksukon Rp30 juta, Hanafi asal Lhokseumawe Rp10 juta, serta Jamal asal Aceh Timur Rp2,5 juta.
Muslem menjelaskan huntara dibangun sejak Januari 2026 di sejumlah desa di Kecamatan Lapang, seperti Matang Baroh tujuh kopel, Kuala Keureuto empat kopel, Kuala Cangkoi 17 kopel, dan Keude Lapang dua kopel. Satu kopel berisi lima kamar. Biaya awal Rp15 juta per kopel lalu turun menjadi Rp13 juta.
Para pekerja mengaku janji pelunasan setelah pembangunan rampung tak kunjung terealisasi. Setiap kali menagih, jawabannya selalu "pekan depan" dan terus ditunda. Faisal menambahkan komunikasi dengan petugas lapangan makin sulit setelah pekerjaan selesai. Pihak rekanan beralasan pembayaran dari pemerintah belum cair.
Menanggapi laporan tersebut, Haji Uma mengaku langsung menghubungi Dirjen Bina Administrasi Kewilayahan Kemendagri Safrizal ZA dan Kepala Posko Wilayah Satgas PRR Aceh. Haji Uma menekankan agar pengembang profesional dan segera membayar jika pekerjaan sudah selesai.
Berdasarkan informasi dari BNPB, pembayaran kontrak kepada pengembang disebut telah diselesaikan. Haji Uma menilai hal itu kontradiktif dengan kondisi di lapangan. Ia meminta pengawasan ketat dari pemerintah dan mendesak pengembang melunasi tunggakan karena huntara sudah ditempati penyintas. (*)
Narator: Syita
Video Editor: Muhammad Anshar