Minggu, 17 Mei 2026

Video

VIDEO - Jembatan Kutablang Bireuen Padat, Pengendara Harus Antre 1 Jam per Arah

Karena, ketika waktu 30 menit gerak kendaraan tidak bisa diharapkan semua cepat, apalagi banyak kendaraan roda dua melintasi jembatan

Tayang:
Penulis: Yusmandin Idris | Editor: Rahmat Erik Aulia

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Yusmandin Idris I Bireuen

SERAMBINEWS.COM, BIREUEN – Sistem buka tutup di jembatan Kutablang Bireuen sejak beberapa waktu lalu hingga saat ini diberlakukan selama 1 jam per arah, kebijakan tersebut setelah melihat kondisi dilapangan dan hasil koordinasi dengan pihak terkait. 

Hal tersebut disampaikan Kapolres Bireuen, AKBP Tuschad Cipta Herdani melalui Kasat Lantas, AKP Irwansyah Nasution Jumat (15/5/2026) terkait harapan warga ada keluwesan dalam sistem buka tutup yang dianggap lama. 

Kasat Lantas menjelaskan, hasil koordinasi dengan dinas terkait dan juga pemantauan lapangan selama ini, apabila buka tutup diberlakukan sekitar 30 menit satu arah maka antrian semakin panjang. 

Karena, ketika waktu 30 menit gerak kendaraan tidak bisa diharapkan semua cepat, apalagi banyak kendaraan roda dua melintasi jembatan tersebut dari dua arah dan agar tidak bersenggolan dengan roda dua. 

Waktu 30 menit mungkin hanya sepuluh atau 15 kendaraan sempat melintas, apalagi dari arah timur saat naik ke jembatan baili harus berhati-hati, selain kondisi jembatan juga banyak pengendara. Laju kendaraan saat di jembatan baili melambat, kondisi jembatan dan juga banyak pengendara roda dua.

Kemudian, saat truk tronton, tangki, truk CPO atau truk besar lewat, petugas juga melarang kendaraan lain ikut naik jembatan, setelah truk lewat jembatan baili baru kendaraan lain dibolehkan naik jembatan.

Hasil koordinasi dua hari lalu katanya, maka sistem buka tutup diberlakukan 1 jam, sehingga seluruh kendaraan dari satu arah dapat melintas jembatan tertutup dan kemudian ditutup kembali. Mencegah ada pengendara yang menerobos atau keluar jalur, Satlantas Polres pihak kepolisian mengakui masih ada pengendara yang keluar jalur dan menerobos antrian, terutama dari arah timur. 

Untuk mengatasi haltersebut, polisi telah meminta Dinas Perhubungan menambah sekitar 30 unit water barrier yang akan dipasang berjajar hingga lebih dari 100 meter agar pengendara tidak bisa melawan arus. 

Apabila masih ada pengendara yang menerobos, mereka akan langsung ditegur petugas dan kemungkinan mendapat protes dari pengguna jalan lainnya. (*)

Host   : Dara Nazila
Editor : Rahmat Erik Aulia

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved