Video
VIDEO - Abrasi Krueng Peusangan di Pante Baro Kumbang Semakin Meluas Pascabanjir
Kondisi tebing Krueng Tingkeum di Desa Blang Mee, Tingkeum Manyang, Kutablang, Bireuen masih menjadi ancaman serius bagi warga
Penulis: Yusmandin Idris | Editor: m anshar
Laporan Wartawan Serambi Indonesia Yusmandin Idris | Bireuen
SERAMBINEWS.COM, BIREUEN – Pascananjir, abrasi Daerah Aliran Sungai Krueng Peusangan di kawasan Desa Pante Baro Kumbang, Peusangan Siblah Krueng, Bireuen semakin meluas. Lebar sungai yang dulunya berkisar 50 meter sekarang sudah mencapai 70 meter, bahkan di kawasan tertentu mencapai 100 meter lebih. Ratusan meter kebun warga sudah menjadi aliran sungai.
Pantauan pada Minggu (17/5/2026) menunjukkan abrasi tebing sungai sebelah timur terus meluas, permukaan sungai meluas, sementara sebelah barat mulai dangkal. Beberapa warga setempat mengatakan abrasi terus meluas dan apabila hujan deras, tebing sungai berjatuhan sehingga kebun warga menjadi aliran sungai. Satu gudang pompa air untuk memompa air ke sawah juga sudah jatuh.
Keuchik Pante Baro Kumbang, Marwan mengatakan aliran sungai tidak berada di lokasi yang sekarang, kemudian bergeser sedikit demi sedikit dan semakin meluas ke sebelah timur. Abrasi Krueng Peusangan bukan hanya di kawasan Pante Baro Kumbang tetapi juga menimpa berbagai desa lain mulai dari Teupin Raya, Pante Lhong, Blang Mee sampai ke Tingkeum Manyang, Kutablang, Bireuen.
Kondisi tebing Krueng Tingkeum di Desa Blang Mee, Tingkeum Manyang, Kutablang, Bireuen masih menjadi ancaman serius bagi warga setempat. Sejak banjir bandang akhir November 2025, kawasan ini mengalami kerusakan parah. Belasan rumah warga ambruk, sebagian tanah kuburan umum ikut hanyut. Hingga kini, setiap kali hujan turun dan debit air sungai meningkat, abrasi semakin meluas dan longsor terus terjadi.
Keuchik Tingkeum Manyang, Mawardi menyampaikan perlunya pembangunan tanggul atau penguatan tebing sungai sebagai solusi mendesak. Tanpa intervensi pemerintah, pemukiman warga akan semakin terancam. (*)
Narator: Syita
Video Editor: Muhammad Anshar