Jumat, 22 Mei 2026

Video

VIDEO - 130 Naskah Kuno Aceh Kini Direstorasi Perpusnas dan UIN Ar-Raniry

Ia menjelaskan, upaya penyelamatan naskah di Aceh telah dilakukan sejak masa rehabilitasi dan rekonstruksi pascatsunami Aceh

Tayang:
Penulis: Rianza Alfandi | Editor: Rahmat Erik Aulia

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Rianza Alfandi | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Perpustakaan Nasional (Perpusnas) Republik Indonesia bekerja sama dengan UIN Ar-Raniry Banda Aceh merestorasi sebanyak 130 naskah kuno Aceh yang terdampak banjir pada akhir November 2025 lalu. Proses restorasi ini turut didukung Masyarakat Pernaskahan Nusantara (Manassa) Komisariat Aceh.

Kegiatan preservasi dan restorasi manuskrip tersebut berlangsung di Fakultas Adab dan Humaniora UIN Ar-Raniry Banda Aceh, sejak 19 hingga 23 Mei 2026, dengan melibatkan lima konservator dari PNRI Jakarta.

Rektor UIN Ar-Raniry, Prof Mujiburrahman turut meninjau langsung proses restorasi manuskrip kuno yang dilakukan terhadap koleksi masyarakat di Pidie Jaya dan Aceh Utara yang terdampak banjir, pada Kamis (21/5).

Dalam kunjungan itu, Prof Mujiburrahman berharap program preservasi naskah kuno di Aceh dapat dilakukan secara berkelanjutan mengingat manuskrip Aceh memiliki nilai sejarah dan peradaban yang tinggi.

Ia menjelaskan, upaya penyelamatan naskah di Aceh telah dilakukan sejak masa rehabilitasi dan rekonstruksi pascatsunami Aceh melalui kerja sama dengan Tokyo University of Foreign Studies (TUFS) Jepang, Universitas Leipzig Jerman, Pemerintah Aceh, serta lembaga Pusat Kajian Pendidikan dan Masyarakat (PKPM) Aceh.

Selain restorasi dan preservasi, pihak kampus juga menargetkan pembangunan basis data manuskrip Aceh sebagai pusat kajian naskah kuno Aceh dan Nusantara.

Sementara itu, Ketua Tim Konservasi Perpustakaan Nasional RI, Imam Supangat, mengatakan proses konservasi dimulai dari identifikasi tingkat kerusakan manuskrip.

Menurut dia, manuskrip kemudian dipilah berdasarkan metode perbaikan sebelum dilakukan pendataan dan treatment konservasi.

Ia menyebutkan sebagian manuskrip mengalami kerusakan akibat tingkat kelembapan tinggi yang memicu jamur dan membuat lembaran naskah saling menempel.

Selain itu, bagian manuskrip yang berlubang akan ditambal, sedangkan naskah yang mengandung kadar asam tinggi akan dinetralkan. Lembaran manuskrip yang terlepas juga dijahit kembali sebelum dibuatkan sampul dan kotak penyimpanan.

Setelah seluruh proses restorasi selesai, manuskrip akan diserahkan kembali kepada pemilik koleksi. (*)

Host   : Siti Masyithah
Editor : Rahmat Erik Aulia

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved