Senin, 1 Juni 2026

Video

VIDEO - Trump Ada di Gedung Putih Saat Insiden Penembakan, Pelaku Ternyata Pasien RSJ

Pelaku diketahui bernama Nasire Best, pria berusia 21 tahun yang disebut memiliki riwayat gangguan mental

Tayang:

SERAMBINEWS.COM - Otoritas keamanan Amerika Serikat akhirnya mengungkap identitas pelaku penembakan di kawasan Ring 1 Gedung Putih yang terjadi pada Sabtu (23/5/2026) malam waktu setempat.

Pelaku diketahui bernama Nasire Best, pria berusia 21 tahun yang disebut memiliki riwayat gangguan mental dan pernah beberapa kali berurusan dengan aparat keamanan Amerika Serikat.

Insiden tersebut berakhir tragis setelah United States Secret Service menembak mati pelaku di dekat area pengamanan Gedung Putih.

Baca juga: Trump Mulai Frustrasi, Perang Iran Tak Berjalan Sesuai Rencana Gedung Putih

Berdasarkan laporan investigasi yang dikutip dari BBC dan Al Jazeera, Nasire Best ternyata sudah lama masuk radar pengawasan aparat keamanan Washington DC.

Catatan kepolisian menunjukkan pelaku sebelumnya pernah ditangkap Secret Service pada Juli 2025 setelah mencoba menerobos area pemeriksaan Gedung Putih tanpa izin resmi.

Namun kasus tersebut tidak dilanjutkan ke pengadilan karena kondisi psikologis pelaku dinilai tidak stabil.

Setelah penangkapan itu, Nasire Best sempat dikirim ke fasilitas psikiatri untuk menjalani perawatan intensif.

Ia juga dikenai larangan resmi mendekati kawasan Gedung Putih, tetapi perintah tersebut diduga diabaikannya.

Menurut keterangan resmi Secret Service, pelaku kembali mendekati area Gedung Putih sebelum akhirnya mengeluarkan senjata dari dalam tas di sekitar Jalan 17 dan Pennsylvania Avenue.

Baca juga: VIDEO - Sosok Pelaku Penembakan di Jamuan Gedung Putih Terungkap, Trump dan Istri Selamat

Tak lama kemudian, pelaku mulai menembaki petugas keamanan yang berjaga di lokasi.

Agen Secret Service langsung membalas tembakan untuk melumpuhkan pelaku.

Nasire Best kemudian dilarikan ke George Washington University Hospital dalam kondisi kritis.

Namun nyawanya tidak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia akibat luka tembak yang dideritanya.

Hingga kini, Federal Bureau of Investigation bersama Secret Service masih mendalami motif utama di balik aksi penembakan tersebut.

Pihak berwenang juga belum mengungkap jenis senjata yang digunakan pelaku.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved