Breaking News
Sabtu, 30 Mei 2026

Video

VIDEO - Jembatan Bailey Kutablang Rusak, Arus Kendaraan Lumpuh Hingga 6 Jam

Selama perbaikan jembatan ditutup total mulai pukul 02.00 WIB – 08.00 WIB, Sabtu (30/5/2026), kendaraan dari arah Medan dan Banda Aceh

Tayang:
Penulis: Yusmandin Idris | Editor: Rahmat Erik Aulia

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Yusmandin Idris I Bireuen

SERAMBINEWS.COM, BIREUEN – Empat keping plat besi lantai pada jembatan bailey rangkaian jembatan darurat Krueng Tingkeum, Kutablang Bireuenpatah Jumat (29/5/2026), dampaknya jembatan ditutup untuk perbaikan lantai rusak. 

Selama perbaikan jembatan ditutup total mulai pukul 02.00 WIB – 08.00 WIB, Sabtu (30/5/2026), kendaraan dari arah Medan dan Banda Aceh tertahan enam jam lebih. Informasi diperoleh, awalnya pada Kamis (28/5/2026), satu keping lantai plat besi patah, karena arus lalu lintas masih bisa lewat kerusakan belum sempat diperbaiki kendaraan dibiarkan melintas. 

Namun, menjelang Jumat malam tiga keping patah lagi, maka terpaksa jembatan ditutup total. Sebagian kendaraan mengambil jalur alternatif terutama kendaraan minibus, namun truk dan bus besar terpaksa bertahan di kawasan tersebut karena jalur alternatif tidak memungkinan truk besar maupun bus AKAP melintas.

Maintenance dari BPJN dan juga Adhi Karya memperbaiki lantai jembatan rusak, perbaikan baru selesai dilakukan pukul 08.00 WIB, itupun masih perlu perbaikan lagi. 

Pantauan di lokasi, truk maupun besar yang tertahan selama 6 jam lebih dari dua arah baru bergerak dan melintasi jembatan tersebut sekitar pukul 08.30 WIB diawali dari arah Medan ke Banda Aceh, truk maupun bus bergerak antrian. 

Sementara truk dari arah Banda Aceh ke Medan baru bergerak pukul 10.00 WIB. Asisten Barang Milik Negara (BMN) BPJN Aceh, Fachruddin mengatakan, kerusakan terjadi pada komponen jembatan, ada empat lantai patah dan perlu pengelasan ulang. 

Dibiarkan tanpa perbaikan kondisi jembatan bertambah parah dan membahayakan pelintas. Disebutkan, kerusakan terjadi karena akhir-akhir banyak truk dengan tonase lebih dari 30 ton melintasi jembatan tersebut, sehingga lantai rusak dan perlu perbaikan segera.

Untuk mencegah penutupan jembatan, berbagai pihak terutama pengusaha angkutan diminta mematuhi batas tonase truk yang melintas. 

Fakhruddin meminta semua pihak terutama pengusaha truk diharapkan menjaga bersama
agar arus lalu lintas lancar dan jembatan tidak sering ditutup.

Jembatan tersebut digunakan oleh seluruh masyarakat, sehingga perlu dipelihara bersama. Ketika jembatan rusak dan ditutup, dampaknya dirasakan oleh semua lapisan masyarakat. (*)

Host    : Dara Nazila
Editor  : Rahmat Erik Aulia

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved