Video
VIDEO - 11 Perahu Getek Beroperasi Seberangkan Warga untuk Rayakan Idul Adha
Ongkos penyeberangan untuk sepeda motor ditetapkan Rp10.000 per unit, sementara penumpang tidak dikenakan biaya alias gratis.
Penulis: Yusmandin Idris | Editor: m anshar
Laporan Wartawan Serambi Indonesia Yusmandin Idris | Bireuen
SERAMBINEWS.COM, BIREUEN - Sejak jembatan rangka baja di Ulee Jalan, Suak, Peusangan Selatan, Kabupaten Bireuen putus akibat banjir, warga di kawasan tersebut mengandalkan boat atau perahu getek sebagai sarana penyeberangan darurat. Jembatan yang sebelumnya menjadi penghubung vital antara Ulee Jalan dengan enam gampong di seberang sungai kini tidak dapat digunakan. Perahu ketek menjadi solusi utama bagi mobilitas masyarakat.
Hingga Jumat (29/5/2026), tercatat 11 unit perahu ketek beroperasi di sungai tersebut. Meski arus sungai cukup deras, aktivitas penyeberangan tetap berjalan lancar. Warga yang hendak menyeberang harus terlebih dahulu melewati jembatan darurat menuju perahu di tengah sungai. Setelah penumpang naik, perahu ditarik menggunakan kabel seling dan didorong dengan galah di titik-titik sungai yang dangkal. Operasional perahu berlangsung sejak pukul 06.00 WIB hingga malam hari, kecuali saat kondisi sungai terlalu berbahaya akibat derasnya arus.
Momentum Idul Adha 1447 Hijriah membuat suasana penyeberangan semakin ramai. Banyak warga memanfaatkan layanan perahu untuk berlebaran, berkunjung ke keluarga, maupun menjalankan aktivitas sehari-hari. Kawasan sekitar penyeberangan kini dilengkapi dengan kantin-kantin sederhana yang melayani pengunjung. Pada malam hari, lampu warna-warni dari kantin di seberang sungai menambah keindahan suasana, menjadikan lokasi ini bukan hanya jalur penyeberangan darurat tetapi juga tempat berkumpul warga.
Salah seorang pengelola perahu getek menyebutkan jumlah armada yang tersedia kini mencapai 11 unit, meningkat dari sebelumnya hanya beberapa unit. Ongkos penyeberangan untuk sepeda motor ditetapkan Rp10.000 per unit, sementara penumpang tidak dikenakan biaya alias gratis. Perahu getek ini menjadi andalan utama bagi ratusan siswa, guru, dan masyarakat umum yang setiap hari harus menyeberang untuk bersekolah atau bekerja.
Aktivitas penyeberangan tetap bergantung pada kondisi sungai. Jika arus terlalu deras atau jembatan darurat rusak diterjang banjir, operasional perahu terpaksa dihentikan sementara. Situasi ini menunjukkan betapa pentingnya keberadaan jembatan permanen sebagai akses vital bagi masyarakat. Hingga perbaikan jembatan dilakukan, perahu ketek akan terus menjadi penyelamat mobilitas warga di Ulee Jalan dan sekitarnya. (*)
Narator: Dara
Video Editor: Muhammad Anshar