Kamis, 23 April 2026

Video

VIDEO Sri Mulyani Buka Suara Usai Rumahnya Dijarah Dua Kali, Singgung Demokrasi Beradab

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati buka suara pasca musibah penjarahan yang menimpa rumah pribadinya. 

Editor: Fadia Azzahara

SERAMBINEWS.COM -  Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati buka suara pasca musibah penjarahan yang menimpa rumah pribadinya. 

Melalui akun Instagram resminya, ia menyampaikan terima kasih atas simpati dan dukungan yang diterimanya, sekaligus meminta maaf atas berbagai kekurangan yang ada.

Dalam unggahan di media sosial pada Senin (1/9), Sri Mulyani menyikapi penjarahan yang terjadi di rumahnya di Bintaro, Tangerang Selatan. 

Baca juga: PERNYATAAN Lengkap Sri Mulyani Usai Rumahnya Dijarah: Kami Perbaiki Terus

Ia menyatakan bahwa membangun Indonesia adalah sebuah perjuangan yang tidak mudah dan sering kali berbahaya.

Sri Mulyani juga menyinggung perihal politik sebagai perjuangan bersama demi tujuan mulia bangsa, yang harus dijalankan dengan etika dan moralitas luhur. 

Sebagai pejabat negara, ia menegaskan telah disumpah untuk menjalankan Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 dan semua undang-undang yang berlaku.

Baca juga: Heboh Isu Sri Mulyani Mundur dari Kabinet Merah Putih Usai Rumah Dijarah, Benarkah? Ini Faktanya!

Ia menjelaskan bahwa undang-undang dibuat secara transparan dan melibatkan pemerintah, Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Dewan Perwakilan Daerah (DPD), serta partisipasi masyarakat. Oleh karena itu, jika publik merasa tidak puas atau merasa hak konstitusinya dilanggar, mekanisme penyelesaian yang ada adalah melalui proses Judicial Review ke Mahkamah Konstitusi.

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini menambahkan, jika pelaksanaan undang-undang dianggap menyimpang, maka perkara dapat dibawa ke pengadilan hingga ke Mahkamah Agung.

Sri Mulyani menyebut mekanisme hukum tersebut sebagai bagian dari sistem demokrasi Indonesia yang beradab.

Baca juga: Cerita Sri Mulyani, Anak Diamankan Polisi akibat Demo, Bertemu di Mapolda

Ia mengakui bahwa sistem tersebut mungkin belum sempurna, sehingga tugas seluruh pihak adalah terus memperbaiki kualitas demokrasi.

Ia menekankan bahwa perbaikan harus dilakukan secara beradab, tanpa anarki, intimidasi, dan represi. 

Di akhir unggahannya, Sri Mulyani menutup dengan pesan dan harapan agar Tuhan memberkahi dan melindungi Indonesia, serta berpesan kepada seluruh masyarakat untuk tidak lelah mencintai Indonesia.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved