Sabtu, 18 April 2026

Video

VIDEO 100 Tahun Hasan Tiro dari Dunia Bisnis di Amerika hingga Sang Deklarator GAM

Hasan Tiro akhirnya kembali ke Aceh setelah 30 tahun mengasingkan diri dan menetap di Stockhlom, Swedia.

Editor: T Nasharul

SERAMBINEWS.COM - Tanggal 25 September 2025 menjadi sebuah momentum penting. 

Hari ini menandai 100 tahun kelahiran Teungku Hasan Muhammad di Tiro, sosok sentral dalam sejarah modern Aceh. 

Lebih dari sekadar deklarator Gerakan Aceh Merdeka (GAM), Hasan Tiro adalah seorang intelektual, sastrawan, dan diplomat ulung yang mengorbankan segalanya demi perjuangan yang diyakininya.

Hasan Tiro meninggalkan kesuksesan besar dalam dunia bisnis di Amerika Serikat, di mana ia memiliki relasi dengan 50 pengusaha ternama AS dan menjalin hubungan baik dengan para diplomat, termasuk Raja Faisal dari Arab Saudi.

Dibalik semua kesuksesan itu, Hasan Tiro adalah seorang anak Aceh yang tidak pernah melupakan akar dan cita-citanya.

Perjuangan Hasan Tiro melahirkan simbol-simbol yang kini menjadi bagian dari identitas Aceh.

Baca juga: Peringati 100 Tahun Teungku Hasan Tiro, Buku The Price of Freedom Terjemahan Haekal Afifa Dibedah

Salah satunya adalah Bendera Bulan Bintang.

Bendera Bulan Bintang diciptakan sebagai simbol perjuangan GAM.

Hasan Tiro akhirnya kembali ke Aceh setelah 30 tahun mengasingkan diri dan menetap di Stockhlom, Swedia.

Hasan Tiro pulang ke Aceh pada 11 Oktober 2008.

Namun kepulangan itu menjadi akhir perjuangannya, pada 3 Juni 2010, Hasan Tiro meninggal dunia.

Ia dimakamkan di Desa Murue, Indrapuri, Aceh Besar, tepat di samping makam kakek buyutnya, Pahlawan Nasional Tengku Cik di Tiro.

 

Artikel ini telah tayang di 100 Tahun Hasan Tiro: Mengenal Sosok Brilian, Sang Deklarator GAM dan Jejak Perjuangannya, 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved