Video
VIDEO - Kapal GSF Diserang dengan Water Cannon oleh Militer Israel
Upaya konvoi kapal-kapal GSF menembus blokade Israel terhadap Gaza berujung pada aksi penyerangan oleh Militer Israel di perairan internasional.
Penulis: Khusna Maulidia | Editor: Khusna Maulidia
SERAMBINEWS.COM - Upaya konvoi kapal-kapal bantuan kemanusiaan internasional, Global Sumud Flotilla (GSF), untuk menembus blokade maritim Israel terhadap Gaza berujung pada aksi penyerangan oleh Angkatan Laut Israel di perairan internasional.
Menurut laporan dari Al Jazeera, Militer Israel menahan para aktivis yang berada di atas lebih dari 40 kapal yang membawa ratusan aktivis dan bantuan kemanusiaan menuju wilayah Palestina tersebut. Disebutkan bahwa Angkatan Laut Israel menggunakan water cannon untuk menyerang kapal, mengganggu sistem komunikasi mereka, dan menahan para aktivis.
Setidaknya dua kapal, termasuk kapal bernama All In, tetap berlayar setelah menolak perintah militer Israel untuk berhenti, bahkan ketika sudah berada dalam jarak 60 mil laut dari Gaza. Kapal lain, Meteque, juga dilaporkan menolak berhenti setelah diancam akan diserang water cannon melalui radio.
Middle East Eye mengonfirmasi bahwa sedikitnya sembilan kapal GSF telah dicegat secara tidak sah oleh Israel, dan menampilkan rekaman dari Novara Media yang menunjukkan saat pasukan Israel menaiki kapal Adara milik GSF dan menangkap para aktivis di dalamnya.
Penyelenggara Global Sumud Flotilla melalui pernyataan yang dilaporkan oleh Al Jazeera mengatakan Militer Israel telah menggunakan “agresi aktif” terhadap kapal-kapal yang berlayar menuju Gaza. Mereka menyebut insiden ini sebagai “serangan ilegal” yang dilakukan di perairan internasional. Salah satu kapal, Florida, bahkan diklaim telah “sengaja ditabrak di laut” oleh Angkatan Laut Israel, sementara kapal Yulara dan Meteque disasar dengan water cannon. Meskipun demikian, semua penumpang di kapal dilaporkan dalam kondisi selamat.
Menyusul serangan Israel terhadap armada ini, Middle East Eye juga melaporkan bahwa aksi protes telah pecah di berbagai kota besar di dunia, seperti Roma, Istanbul, dan Berlin. Aksi ini menyoroti blokade Gaza yang oleh Mahkamah Internasional (ICJ) telah dianggap melanggar hukum.
Baca juga: VIDEO - Satu Kapal GSF Berhasil Masuki Perairan Gaza Sebelum Dicegat Israel