Video
VIDEO - Jalan-jalan di Tiananmen, Lapangan Bersejarah di Cina
Lapangan Tiananmen membentang seluas 44 hektare dan berada tepat di depan gerbang Kota Terlarang (Forbidden City)
Penulis: Zainal Arifin M Nur | Editor: Teuku Raja Maulana
Laporan Wartawan Serambi Indonesia, Zainal Arifin | Beijing, China
SERAMBINEWS.COM – Udara pagi yang dingin menusuk tulang, tak menyurutkan minat wisatawan untuk pelesir ke Lapangan Tiananmen di Beijing, Cina.
Pagi itu, Minggu (19/10/2025), kami bersama ribuan turis dari berbagai negara mengantre tertib untuk masuk ke lapangan bersejarah di Cina ini.
Butuh waktu sekira 30 menit antrean untuk sampai ke pintu pemeriksaan akhir.
Baca juga: 3 Hal Menarik dari Parade Militer China, Tiga Sekawan Berkumpul di Lapangan Tiananmen
Tidak ada satu pun manusia yang menyerebot antrean, termasuk warga Cina yang datang dari luar Beijing.
Polisi dan petugas yang berjaga di beberapa titik terlihat secara ramah melayani pengunjung.
Pemerintah Cina menggratiskan biaya masuk ke area lapangan. Tapi pengunjung harus melakukan reservasi terlebih dahulu secara online.
Bagi yang tidak melakukan reservasi, akan butuh waktu lama untuk proses pemeriksaan dokumen.
Warga asing diwajibkan membawa paspor untuk masuk ke lapangan yang menyimpan kisah kelam tragedi pembantaian pada tahun 1989 ini.
Lapangan Tiananmen membentang seluas 44 hektare dan berada tepat di depan gerbang Kota Terlarang (Forbidden City). Kawasan ini dikelilingi oleh bangunan-bangunan monumental yang menjadi latar foto favorit para pelancong.
Baca juga: Indonesia Masuk Daftar 10 Negara Penghasil Emas Terbesar di Dunia, China Peringkat Satu
Di sisi barat berdiri megah Aula Agung Rakyat Tiongkok, di selatan terdapat Mausoleum Mao Zedong, di timur Museum Nasional Tiongkok, dan di utara gerbang masuk Forbidden City yang dihiasi potret besar Mao Zedong.
Seperti diketahui Aula Agung Rakyat China atau Great Hall of the People, tempat pelaksanaan Kongres Partai Komunis Cina.
Sebelum memasuki area lapangan, pengunjung harus melewati pemeriksaan ketat termasuk detektor logam serta verifikasi kartu identitas dan paspor.
Meski banyak spot menarik untuk berfoto, pengunjung diimbau untuk tidak mengambil gambar bersama para tentara yang berjaga, demi menghindari teguran atau pengusiran.
Liputan ini dipandu langsung oleh CEO PT Trans Continent, Ismail Rasyid, bersama pemandu wisata lokal, khusus untuk pembaca setia Serambinews.com.
Baca juga: Akhiri Perang Dagang, AS-China Sepakat Untuk Lakukan Perundingan Perdagangan di Korea Selatan
Sejarah Kelam
Mengunjungi Lapangan Tiananmen tidak hanya soal berfoto dan berwisata, tapi juga mengenang sejarah yang membangun China. Tiananmen berdiri sejak abad ke-15, ketika para kaisar berkuasa di negara itu. Di abad modern, Tiananmen jadi saksi bisu sejarah kelam yang tenggelam di kalangan kaum milenial China.
Kenangan ini bangkit ketika mengingat video paling epik dalam protes berdarah mahasiswa tahun 1989. Pada 28 tahun yang lalu, seorang pria sembari membawa plastik belanjaan dengan gagah berani mengadang barisan tank baja.(*)
| VIDEO - Kejati Aceh Geledah PT Perikanan Indonesia Unit Simeulue |
|
|---|
| VIDEO - Satgas PRR Akui Kesulitan Bersihkan Lumpur Sisa Banjir Bandang di Aceh |
|
|---|
| VIDEO Iran Lepaskan Serangan Rudal Ke-98 Targetkan Militer AS dan Aset Israel |
|
|---|
| VIDEO BPR Syariah Hikmah Wakilah Jadi Bank dengan Aset Terbesar di Aceh-Sumut |
|
|---|
| VIDEO F-15 Ditembak Jatuh Iran, Perwira AS Bertahan Hidup 48 Jam |
|
|---|