Rabu, 29 April 2026

Video

VIDEO Listrik Padam, Ratusan Santri Dayah Insan Qurani Dijemput Pulang

Para santri masih harus berjuang mendapatkan sinyal internet dan telepon yang ikut terganggu akibat banjir

Penulis: Agus Ramadhan | Editor: T Nasharul

Laporan Wartawan Serambinews, Agus Ramadhan | Aceh Besar

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Ratusan santri Dayah Insan Qurani (IQ) Aceh Besar dijemput pulang oleh orang tua mereka pada Kamis (27/11/2025), menyusul kebijakan penghentian sementara proses belajar mengajar akibat pemadaman listrik yang sudah berlangsung dua hari.

Pihak Dayah IQ menyatakan, gangguan listrik yang dipicu bencana banjir di sejumlah wilayah Aceh berdampak pada krisis air bersih. 

Kondisi ini membuat para santri kesulitan memenuhi kebutuhan dasar seperti mandi, mencuci, dan kakus (MCK).

Pantauan Serambinews.com di Kompleks Dayah Insan Qurani, Gampong Aneuk Batee, Kecamatan Sukamakmur, Kamis sore tadi, ratusan santri tampak berkumpul di halaman masjid menunggu jemputan orang tua. 

Sebagian santri yang belum dijemput terlihat mondar-mandir mencari telepon genggam untuk menghubungi keluarga. 

Baca juga: Sejumlah Tiang Listrik Tumbang Diterjang Banjir, Beutong Ateuh Nagan Raya Gelap

Namun, mereka masih harus berjuang mendapatkan sinyal internet dan telepon yang ikut terganggu akibat banjir.

Santri asal Dataran Tinggi Gayo (Bener Meriah, Aceh Tengah, Gayo Lues, dan Aceh Tenggara) tampak cemas karena gagal menghubungi orang tua. 

Informasi yang diperoleh menyebutkan, empat kabupaten di wilayah tengah Aceh itu terisolasi akibat banjir besar yang terjadi dalam dua hari terakhir.

Kekhawatiran Orang Tua

Selain banjir, kecemasan orang tua santri juga dipicu gempa bumi berkekuatan 6,4 Skala Richter yang mengguncang Kabupaten Simeulue pada hari yang sama.
 
Kekhawatiran semakin meningkat setelah beredar video viral robohnya asrama sebuah pesantren yang berlokasi di Kabupaten Bireuen dua hari lalu. 

Sejumlah orang tua berulang kali menanyakan kondisi anak-anak mereka di Dayah IQ.

Penjelasan Pimpinan Dayah

Sekretaris Dayah Insan Qurani, Dr. Alfirdaus Putra MH, menjelaskan bahwa pemadaman listrik selama dua hari telah mengganggu aktivitas pendidikan, 

“Listrik padam sehingga proses belajar mengajar sulit dilaksanakan. Pasokan air juga terhenti, membuat santri kesulitan MCK, dengan pertimbangan itu, kami meniadakan PBM dan memulangkan santri sementara waktu,” ujarnya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved