Banyak Prestasi di Ekstrakurikuler
Rabu, 24 Agustus 2011 09:52 WIB
Berita Terkait
Saat ini pesantren Babun Najah mendidik 503 santriwan dan santriwati dari berbagai daerah Aceh, mulai dari Pulo Aceh, Aceh Singkil, hingga Aceh Tamiang. Semua santri aktif di kegiatan ekstrakurikuler. Misalnya saja di kegiatan kepramukaan, rapai, hingga silat. Di olahraga ini mereka bahkan pernah meraih sejumlah prestasi pada tingkat pelajar Madrasah Tsanawiyah (MTs) dan Madrasah Aliyah (MA), baik tingkat Kota Banda Aceh maupun Aceh. Untuk rapai bahkan kerap diundang ke berbagai tempat. “Alhamdulilah sejak pendirian Pondok Pesantren Modern Babun Najah 1994 lalu, banyak mengalami perubahan yang terus dilakukan guna mencapai kesempurnaan dalam berbagai bidang. Bagaimana pesantren ini harus tetap dipertahankan apa pun kosekuensinya. Apalagi santriwan-santriwati yang dididik di pondok pesantren ini umumnya anak-anak yatim dan piatu. Jadi, tidak mungkin kita tidak melakukan hal yang maksimal untuk mewujudkan cita-cita mereka,” sebut Wakil Pimpinan Pondok Pesantren Babun Najah, Edi Azhari SPdI kepada Serambi.
Dengan bertambahnya santri yang mendaftar ke pondok pesantren itu, terlebih pascatsunami 2004 lalu, pengurus dan seluruh staf pengajar gencar melakukan berbagai usaha ekstra, seperti menjalankan berbagai macam usaha. “Masa-masa sulit yang teramat sangat dalam menjalankan tugas mulia ini telah banyak dirasakan oleh pengurus,” kata dia.
Akan tetapi, tambahnya, mereka merasakan ada kebahagiaan dan kepuasaan batin tersendiri. Karena berkat upaya itu pondok Pesantren Babun Najah terus eksis dalam mendidik anak-anak yang membutuhkan bantuan tersebut. Hal yang paling mengembirakan, lanjut dia, banyak alumni Babun Najah yang telah berhasil dan belajar di dalam dan luar negeri, mulai dari Mesir hingga ke Arab Saudi. “Semoga apa yang telah dilakukan oleh seluruh pengurus mendapat keridhaan dan rahmat dari Allah Swt,” ungkap Edi Azhari.(mir)
Dengan bertambahnya santri yang mendaftar ke pondok pesantren itu, terlebih pascatsunami 2004 lalu, pengurus dan seluruh staf pengajar gencar melakukan berbagai usaha ekstra, seperti menjalankan berbagai macam usaha. “Masa-masa sulit yang teramat sangat dalam menjalankan tugas mulia ini telah banyak dirasakan oleh pengurus,” kata dia.
Akan tetapi, tambahnya, mereka merasakan ada kebahagiaan dan kepuasaan batin tersendiri. Karena berkat upaya itu pondok Pesantren Babun Najah terus eksis dalam mendidik anak-anak yang membutuhkan bantuan tersebut. Hal yang paling mengembirakan, lanjut dia, banyak alumni Babun Najah yang telah berhasil dan belajar di dalam dan luar negeri, mulai dari Mesir hingga ke Arab Saudi. “Semoga apa yang telah dilakukan oleh seluruh pengurus mendapat keridhaan dan rahmat dari Allah Swt,” ungkap Edi Azhari.(mir)
Editor : bakri
