Merawat Kepercayaan
Sesungguhnya telah ada pada diri Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang-orang yang mengharapkan rahmat Allah dan keselamatan
“Sesungguhnya telah ada pada diri Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang-orang yang mengharapkan rahmat Allah dan keselamatan di hari kiamat dan banyak mengingat Allah” (QS. Al-Ahzab: 21).
Hari ini umat Islam sudah mencapai milyaran jumlahnya. Jumlah ini akan terus meningkat. Jumlah umat Islam yang begitu besar dan terus meningkat tak terlepas dari tingkat kepercayaan. Yaitu, kepercayaan masyarakat dalam mempertimbangkan Islam sebagai tuntunan hidupnya. Kepercayaan ini menjadi sifat yang melekat pada perilaku pewaris nabi atau penyebar Islam ke seluruh dunia. Hidup dengan menjaga kepercayaan yang tinggi ini termasuk warisan penting dari Rasulullah SAW.
Sejarah mencatat bahwa Rasulullah SAW meskipun sebelum diangkat menjadi nabi, sudah sangat tinggi dipercaya dalam masyarakatnya. Kepercayaan terhadap apa yang disampaikan Rasulullah tak terlepas dari kejujurannya yang tinggi. Beliau senantiasa menjaga diri dari segala hal yang meruntuhkan kepercayaan. Tidak pernah melakukan kecurangan, meskipun terhadap hal-hal kecil. Kalau berjanji akan ditepati. Amanah disampaikan dengan baik.
Melalui kisah hidupnya, Rasulullah menunjukkan betapa pentingnya membangun dan menjaga kepercayaan. Kepercayaan adalah modal kemajuan seseorang individu, kelompok, atau bahkan suatu bangsa.
Dengan demikian, bila ingin maju dan bahagia dunia dan akhirat, merawat kepercayaan suatu hal yang tak bisa diabaikan. Jangan menyesal bila kepercayaan berkurang dan bahkan hilang suatu ketika, bila berbuat kecurangan atau mengingkari amanah. Dan yang juga penting difahami bahwa kepercayaan yang hilang akan sulit dicari ganti.