Pirak Timu Produksi Gagang Sekop
Sabtu, 21 Januari 2012 12:38 WIB
Berita Terkait
- Satu Set Kursi Taman Rp 6,5 Juta
- Aturan Pelaksanaan Ekspor Listrik Terbit
- Pencari Rotan Tewas Tertimpa Pohon
- Pemko Akan Relokasi Pedagang Gudang Rotan
- Penurunan Ekspor Tak Tertahan
- Penderita Lumpuh Dapat Kursi Roda
- Eksportir Kepri Survei Potensi Ikan Aceh
- Satu Set Kursi Rotan Rp 500.000
- Cold Storage Simeulue Siap Ekspor Ikan
- Ikan Impor di Sumut 4.300 Ton
LHOKSUKON - Masyarakat Desa Alue Bungkoh, Kecamatan Pirak Timu, Aceh Utara sejak enam bulan lalu telah mengembangkan industri gagang sekop. Gagang sekop tersebut, kini telah diekspor ke Dubai, Iran, Cina, dan Korea.
“Untuk ekspor kami bekerja sama dengan PT Sinar Agung Medan karena kami belum mampu urus izin ekspor. Sebab, usaha ini baru berjalan,” ujar Martin Sertuna, pemilik UD GS Deal Wana Pirak Timu, kepada Serambi, Jumat (20/1).
Ditambahkan, saat ini pihaknya memproduksi 15.000 gagang sekop per bulan. “Harga beli gagang sekop di Medan saat ini Rp 1.800 per sampai Rp 7.500 per batang, itu tergantung ukuran. Sekarang, kami khusus memproduksi gagang sekop. Tapi, dalam waktu dekat, kami juga berencana memproduksi sapu ijuk,” jelas Martin.
Untuk membuat gagang sekop, tambah Martin, pihaknya menggunakan bahan baku dari pohon sentang dan bayu. “Kami beli bahan baku dari masyarakat. Ini kayu kampung yang banyak sekali di pedalaman Pirak Timu dan Paya Bakong,” pungkasnya.(c46)
“Untuk ekspor kami bekerja sama dengan PT Sinar Agung Medan karena kami belum mampu urus izin ekspor. Sebab, usaha ini baru berjalan,” ujar Martin Sertuna, pemilik UD GS Deal Wana Pirak Timu, kepada Serambi, Jumat (20/1).
Ditambahkan, saat ini pihaknya memproduksi 15.000 gagang sekop per bulan. “Harga beli gagang sekop di Medan saat ini Rp 1.800 per sampai Rp 7.500 per batang, itu tergantung ukuran. Sekarang, kami khusus memproduksi gagang sekop. Tapi, dalam waktu dekat, kami juga berencana memproduksi sapu ijuk,” jelas Martin.
Untuk membuat gagang sekop, tambah Martin, pihaknya menggunakan bahan baku dari pohon sentang dan bayu. “Kami beli bahan baku dari masyarakat. Ini kayu kampung yang banyak sekali di pedalaman Pirak Timu dan Paya Bakong,” pungkasnya.(c46)
Editor : hasyim
