Enam Remaja Sempat Hilang di Ujong Pancu
Rabu, 25 Januari 2012 11:07 WIB

Tim SAR Banda Aceh melakukan pencarian enam remaja yang sempat dilaporkan hilang di kawasan Ujong
Pancu, Kecamatan Peukan Bada, Aceh Besar, Selasa (24/1) sore. SERAMBI/SANIAH
Berita Terkait
- Bahasa yang Hilang Kini Ditemukan
- Danrem AM Putranto: Belum Ada Tim Sampai ke Lokasi
- Kisah Mistis Kabut Misterius di Gunung Salak, Benarkah?
- Gunung Salak Menyimpan Seribu Cerita Mistik
- Pilot Sukhoi Baru Pertama Kali Terbang di Indonesia
- 11 dari 13 Pramugari Sky Air Diduga Jadi Korban
- Ki Kusumo Pernah Meramal akan Ada Pesawat Jatuh di…
- Revisi Jumlah Korban Jadi 45 Orang
- Sulit Pastikan Ada Tanda Kehidupan
- Warga Lihat Pesawat Mengarah Cidahu
BANDA ACEH - Keharuan mewarnai pertemuan enam remaja yang sempat dilaporkan hilang saat berkemah di kawasan Ujong Pancu, Kecamatan Peukan Bada, Aceh Besar, dengan anggota keluarganya, Selasa (24/1) sore. Keenam remaja itu, Akbar (22), Safrialdi (21), Ridha (25), Heru (20), Reza (25), dan Helmi (28) ditemukan dalam kondisi sehat.
Informasi diperoleh Serambi, para remaja yang berangkat dari Kota Banda Aceh menuju ke kawasan Ujong Pancu pada Minggu (22/1) pagi itu, mestinya pulang pada Senin (23/1) sore. Namun, hingga Senin malam pukul 22.00 WIB, mereka tak kunjung tiba di rumah. Sementara, handphone keenam remaja itu tak satu pun yang aktif. “Orang tua mereka sempat panik. Karena sebelumnya menyebutkan pulang pada Senin sorenya,” kata Kapolresta Banda Aceh Kombes Pol Moffan MK, didampingi Kapolsek Peukan Bada Ipda Teuku Zia Fahlevi
“Saya minta tindakan semacam ini tidak terulang. Kalau mau pergi ke suatu tempat, hendaknya diberitahukan pada aparat gampong atau pemuda setempat,” timpal Zia Fahlevi.
Satu dari remaja itu, Heru yang ditanyai Serambi mengaku, awalnya mereka berjanji pulang pada Senin (23/1) sore. Tapi, karena sebagian di antara mereka ada yang ingin tetap bertahan di lokasi dan bahan makanan yang dibawa juga masih tersedia. Sehingga mereka memutuskan untuk menginap satu malam lagi.
“Kami bukan tersesat, karena sebelumnya kami sudah sering kemping di kawasan ini (Ujong Pancu-red). Kami tidak sedikitpun berniat membuat keluarga panik, hanya saja saat kami ingin memberi kabar kalau kami sehat-sehat saja, semua hp kami tidak dapat signal,” ungkap Heru.(mir)
Informasi diperoleh Serambi, para remaja yang berangkat dari Kota Banda Aceh menuju ke kawasan Ujong Pancu pada Minggu (22/1) pagi itu, mestinya pulang pada Senin (23/1) sore. Namun, hingga Senin malam pukul 22.00 WIB, mereka tak kunjung tiba di rumah. Sementara, handphone keenam remaja itu tak satu pun yang aktif. “Orang tua mereka sempat panik. Karena sebelumnya menyebutkan pulang pada Senin sorenya,” kata Kapolresta Banda Aceh Kombes Pol Moffan MK, didampingi Kapolsek Peukan Bada Ipda Teuku Zia Fahlevi
“Saya minta tindakan semacam ini tidak terulang. Kalau mau pergi ke suatu tempat, hendaknya diberitahukan pada aparat gampong atau pemuda setempat,” timpal Zia Fahlevi.
Satu dari remaja itu, Heru yang ditanyai Serambi mengaku, awalnya mereka berjanji pulang pada Senin (23/1) sore. Tapi, karena sebagian di antara mereka ada yang ingin tetap bertahan di lokasi dan bahan makanan yang dibawa juga masih tersedia. Sehingga mereka memutuskan untuk menginap satu malam lagi.
“Kami bukan tersesat, karena sebelumnya kami sudah sering kemping di kawasan ini (Ujong Pancu-red). Kami tidak sedikitpun berniat membuat keluarga panik, hanya saja saat kami ingin memberi kabar kalau kami sehat-sehat saja, semua hp kami tidak dapat signal,” ungkap Heru.(mir)
Editor : bakri
