Sembako Menipis
Rabu, 25 Januari 2012 10:03 WIB
Share |
* Kenaikan Harga Sayur Mayur Capai 60 Persen

SINABANG - Beberapa jenis dari sembilan bahan pokok (sembako) di Pasar Sinabang, ibu kota Kabupaten Simeulue dilaporkan menipis pasca-terhentinya satu jadwal ketibaan feri pada Selasa pagi kemarin. Pedagang memastikan stok akan habis jika dalam beberapa hari ke depan transportasi laut dari daratan Aceh ke wilayah kepulauan itu belum juga normal.

Ketua Pajak Inpres Suka Karya, Sinabang, Acu (46) kepada Serambi, Selasa (24/1) mengatakan, harga beberapa jenis barang mulai bergerak naik pasca-terhentinya pasokan dengan KMP Teluk Sinabang pada Selasa kemarin.

“Dampak lumpuhnya transportasi laut sangat cepat dirasakan. Kenaikan harga barang sulit dibendung seiring menipisnya stok,” kata Acu.

Pemantauan Serambi di Pasar Inpres Sinabang, kenaikan harga sayur mayur sangat cepat. Tomat yang sebelumnnya Rp 9.000/kg langsung meroket ke Rp 12.000, cabai dari Rp 34.000 menjadi Rp 45.000 sekilo, minyak goreng dari Rp 11.000 melonjak jadi Rp 13.000. “Yang sangat cepat kenaikannya adalah sayur mayur. Dalam waktu hanya beberapa jam sejak terjadinya gangguan transportasi, kenaikannya rata-rata mencapai 60 persen,” kata Acu.

Sedangkan harga gula pasir, hingga menjelang siang kemarin dilaporkan masih stabil namun dipastikan akan melambung jika dalam pekan ini angkutan belum juga normal.

Menurut Acu, transportasi dengan boat nelayan dari Labuhah Haji ke Sinabang tidak efektif. Selain jumlah barang yang diangkut sangat sedikit, ongkos pun tidak sesuai. Dampaknya, pedagang harus menaikkan harga jual yang berimbas pada masyarakat.

Ketua Pajak Inpres Sinabang tersebut juga menagih janji Pemkab Simaulue yang hingga kini belum menyediakan alat transportasi dari Pelabuhan Feri Kolok ke pusat pasar. “Selama ini untuk lansir barang dari pelabuhan ke Pasar Inpres harus menggunakan becak dengan ongkos yang sangat mahal. Semoga Pemkab Simeulue bisa secepatnya mengantisipasi persoalan ini,” demikian Acu.(c48)

Editor : bakri