Membangun Rumah
Minggu, 29 Januari 2012 08:41 WIB
Karya Mahdi Idris
Rumah ini terlalu sempit untuk kita berdua
tiada tempat mengukir sejarah yang lebih dalam
di mana mereka saksikan prasasti
nama kita terpahat di dinding
Ada baiknya kita bangun rumah yang lebih luas
siapa pun akan mengira
inilah tempat teduh yang bermakna
ayat ayat dilantun usai sembahyang
almari penuh kitab suci.
Yang kita harap rumah ini akan abadi
tempat menanam benih
tumbuh subur walau antara akar ilalang.
(Tanah Luas, 2011)
Mahdi Idris bergiat di Balai Sastra Samudra Pasai. Kumpulan Puisinya “Nyanyian Rimba” memenangkan juara II pada sayembara nasional Puskurbuk Kemendikbud 2011.
Rumah ini terlalu sempit untuk kita berdua
tiada tempat mengukir sejarah yang lebih dalam
di mana mereka saksikan prasasti
nama kita terpahat di dinding
Ada baiknya kita bangun rumah yang lebih luas
siapa pun akan mengira
inilah tempat teduh yang bermakna
ayat ayat dilantun usai sembahyang
almari penuh kitab suci.
Yang kita harap rumah ini akan abadi
tempat menanam benih
tumbuh subur walau antara akar ilalang.
(Tanah Luas, 2011)
Mahdi Idris bergiat di Balai Sastra Samudra Pasai. Kumpulan Puisinya “Nyanyian Rimba” memenangkan juara II pada sayembara nasional Puskurbuk Kemendikbud 2011.
Editor : bakri
