Selasa, 4 Agustus 2015

8 Makanan Penurun Tensi Darah

Selasa, 7 Februari 2012 18:17

8 Makanan Penurun Tensi Darah
ilustrasi | net


Mengingat pentingnya pengaruh makanan terhadap perkembangan hipertensi, para ahli yang tergabung dalam National Institute of Health (NIH) merekomendasikan 8 (delapan) makanan yang dipercaya dapat membantu menurunkan tekanan darah:


1. Seledri

Seorang dokter dan direktur medis dari Hipertension Institute of Nashville di Saint Thomas Hospital, Mark Houston, merekomendasikan seledri dapat menjadi obat alami untuk menurunkan tekanan darah. Rekomendasi ini bukan hal baru. Para ahli pengobatan tradisional Cina bahkan telah meresepkan akar seledri atau seledri sebagai obat untuk pasien dengan hipertensi selama lebih dari satu abad.


Cara kerja: Seledri mengandung fitokimia yang dikenal sebagai phthalides, yang dapat mengendurkan jaringan otot dalam dinding arteri, sehingga aliran darah meningkat dan pada gilirannya menurunkan tekanan darah.


Berapa banyak: Penelitian menunjukkan bahwa makan empat batang seledri setiap hari dapat membantu dalam menurunkan tekanan darah. Untuk meningkatkan asupan protein, tambahkan satu sendok makan selai kacang tawar atau mentega almond - keduanya diketahui memiliki kandungan tinggi lemak tak jenuh tunggal (baik untuk jantung).


2. Ikan laut

Ikan laut kaya kandungan asam lemak omega-3, yang terkenal karena manfaatnya dalam kesehatan kardiovaskular. Secara khusus, omega-3 dapat mengatasi hipertensi dan mengurangi risiko serangan jantung serta stroke. Salmon, tuna, makarel, ikan cod, herring, dan sarden adalah salah satu sumber terbaik omega 3.


Cara kerja: asam lemak omega-3 adalah asam lemak esensial. Tubuh manusia tidak dapat memproduksi omega 3, sehingga kita perlu mendapatkannya dari makanan yang kita konsumsi. Omega-3 bertindak sebagai pengencer darah alami, sehingga lebih mudah bagi jantung Anda memompa darah ke seluruh tubuh Anda.


Berapa banyak : Menurut pedoman bersama dari FDA dan EPA, dua sampai enam ons porsi ikan per minggu adalah jumlah yang aman bagi kebanyakan orang, termasuk wanita hamil dan ibu menyusui. Jika Anda mudah memar, memiliki gangguan perdarahan, atau mengambil obat pengencer darah, sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu kepada dokter.

Halaman1234
Editor: mufti
Sumber: Kompas.com
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2015 About Us Help
Atas