Minggu, 26 April 2026

Feature

Berkunjung ke Museum Mahathir, Jejak Legenda Hidup yang Majukan Malaysia

Museum yang terletak di pusat Kota Alor Setar merupakan rumah kelahiran Mahathir (1925) yang disumbangkan untuk negara.

Editor: mufti
FOR SERAMBINEWS.COM
MUSEUM DI MALAYSIA - Direktur Rumoh Manuskrip Aceh, Tarmizi A Hamid, bersama mahasiswa Program PhD Universiti Utara Malaysia (UUM), Hasan Basri M Nur saat mengunjungi museum Dr. Mahathir Mohamad di Negeri Kedah, Malaysia 

Museum sangat penting dalam merawat ingatan generasi suatu bangsa. Malaysia tercatat sebagai negara Melayu yang aktif mencatat, merawat dan memamerkan memori sejarah melalui berbagai museum yang tersebar di semua negeri (negara bagian).

Direktur Rumoh Manuskrip Aceh, Tarmizi A Hamid, bersama mahasiswa Program PhD Universiti Utara Malaysia (UUM), Hasan Basri M Nur, pada bulan April dan Mei 2025 berkesempatan mengunjungi sejumlah museum di Malaysia dan Thailand. 

“Negeri Kedah memiliki banyak museum. Salah satunya adalah museum Dr. Mahathir Mohamad,” ujar Tarmizi A Hamid alias Cek Midi, Senin (5/5/2025). 

Museum yang terletak di pusat Kota Alor Setar merupakan rumah kelahiran Mahathir (1925) yang disumbangkan untuk negara.

Mahathir Mohamad adalah sosok cerdas yang terlahir dari keluarga berpendidikan tinggi. Ayahnya adalah seorang guru besar atau profesor pada era kekuasaan British. Berbekal pengetahuan kedokteranlah, maka ketika ia menjadi Perdana Menteri (PM) Malaysia era pertama (1981-2003) mampu mendeteksi dan mengobati permasalahan negara.

Di tangannya, Malaysia menjadi negara maju yang jauh meninggalkan negara-negara tetangga yang lebih tua darinya sehingga ia pun terpilih lagi sebagai PM di usianya menjelang 100 tahun (2018-2020).

“Beruntunglah warga negara Malaysia memiliki sosok Mahathir. Tingkat kesejahteraan ekonomi, pendidikan dan kesehatan Malaysia di atas rata-rata negara lain,” sambung Tarmizi. 

“Malaysia menjadi kosmopolit sejak berada di tangan Mahathir. Orang dari berbagai negara datang untuk belajar atau mencari kerja di Malaysia,” ujarnya.

Cek Midi melanjutkan, di Museum Mahathir dipamer berbagai benda peninggalan Mahathir sejak kecil, mulai alat-alat medis, buku-buku, foto perjalanan hidup hingga ijazah sarjana. Ijazah Mahathir sangat berkelas. Museum ini terbuka untuk umum dan tidak dipungut bayaran apa pun dari pengunjung. 

Cek Midi menyarankan agar warga Aceh dan Indonesia yang bertamasya ke Negeri Kedah ada baiknya melakukan kunjungan ke museum ini.  “Anda dijamin terbuka wawasan saat berada di museum legenda hidup ini. Anda dapat menilai betapa pentingnya merawat sejarah sebagai sumber pembelajaran bagi generasi muda,” pungkas Cek Midi.(adi)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved