Rabu, 10 Juni 2026

Istri Stiletto Suami Hingga Tewas

Terjangan pisau yang merobek pembuluh arteri itu akhirnya membuat Togap tewas dalam perjalanan ke rumah sakit, akibat pendarahan hebat

Tayang:
Editor: hasyim
MEDAN - Bak gaya pasukan komando, dengan lemparan ala stiletto (menghunjam belati dengan lemparan) Ny Heddy boru Siagian (32), menghajar suaminya Togap Sitorus (37) dengan melempar pisau yang menancap dalam di kaki bagian belakang, Kamis (9/2) dinihari WIB. Terjangan pisau yang merobek pembuluh arteri itu akhirnya membuat Togap tewas dalam perjalanan ke rumah sakit, akibat pendarahan hebat.   

Kematian Togap diawali oleh pertengkaran hebat pasanan suami istri yang bermukim di Dusun V, Desa Sukajadi, Kecamatan Meranti, Asahan, Sumatera Utara itu. Kala dinihari itu, perang rumah tangga yang telah dikarunia lima anak itu pecah, hingga menarik perhatian tetangga. Penyebabnya tak lain dan tak bukan karena kegemaran Togap mabuk-mabukan hingga larut malam. Kondisi itu tentu diprotes keras sang istri.

Belakangan, Togap dalam kondisi fly terlibat duel fisik dengan istrinya Heddy. Para tetangga segera turun tangan melerai. Namun kemarahan sang istri yang sudah memuncak, membuat ia akhirnya makin kalap. Di sela sela peleraian itu, dengan gaya ala stiletto, Ny Heddy melemparkan pisau ke arah suaminya, hingga menancap kuat di kaki belakang sang suami. Serangan senjata tajam itu langsung membuat Togap rubuh bersimbah darah, seraya meminta tolong kepada tetangga untuk membawanya ke rumah sakit. “Tidak ada rumahsakit di situ, yang ada klinik. Jaraknya pun sekitar lima kilometer,” kata Kasat Reskrim Polres Asahan AKP Fahrizal.

Faktor jarak tempu itulah yang diduga membuat korban kehilangan banyak darah. Sehingga ketika belum mendapat perawatan maksimal, korban keburu menghembuskan nafas terakhir. Hasil visum di RSUD Djasamen Saragih, Pematangsiantar menyebutkan, korban mengalami pendarahan yang sangat hebat. Penyebabnya tak lain putusnya urat yang memiliki akses peredaran darah ke jantung. “Arterinya putus, sehingga aliran darah tak sampai ke jantung. Selain itu ada juga luka robek di kaki,” kata Kepala Forensik RSUD Djasamen Saragih, Reinhard Hutahean.

Namun polisi tak mau buru-buru menetapkan tersangka dalam kasus itu. Fahrizal mengakui kalau istri korban, Heddy yang diduga pelaku tunggal pembunuhan itu telah diamankan dengan status saksi. Menurutnya pemeriksaan masih terus dilakukan dengan mengumpulkan keterangan para saksi.

Informasi lain menyebutkan, jasad korban telah disemayamkan di rumah orangtuanya yang hanya berjarak 100 meter dari tempat kejadian perkara. Anak tertua korban yang masih duduk di bangku kelas tiga SMP bersama empat adiknya — paling bungsu masih balita— turut diungsikan dari rumah tersebut.(rw)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved