Darma Sahlan Tewas Lakalantas
Minggu, 19 Februari 2012 09:51 WIB
Berita Terkait
- Mengendarai Motor Dengan Keadaan Mabuk, Kakak-Adik…
- Korban KDRT Meninggal Dunia
- Pesawat Militer Pakistan Tabrakan di Udara, 4 Pilot…
- Tega, Seorang Bapak Aniaya Anak Hingga Tewas
- Dua Dari Lima Narapidana yang Kabur Dinyatakan Meninggal
- Sekretaris PA Lhokseumawe Tewas Ditembak
- Tim Kopassus Temukan "Black Box"
- Kotak Hitam Ditemukan 100 Meter dari Ekor Sukhoi
- Kotak Hitam Sukhoi Akhirnya Ditemukan
- Pelaku Penyebar Foto Hoax Korban Pesawat Sukhoi Menyerahkan…
KUTACANE - Teka teki penyebab tewasnya Darma Sahlan, seorang wartawan mingguan terbitan Medan, akhirnya terjawab. Kapolres Aceh Tenggara, AKBP Trisno Riyanto SIK, memastikan korban Darma Sahlan (44) warga Desa Semadam Asal, Kecamatan Semadam, yang ditemukan tewas di dalam parit pada Minggu (5/2) dinihari di Desa Perjuangan, Kecamatan Bukit Tusam, Agara, tewas akibat kecelakaan lalu lintas.
Kesimpulan itu didapat berdasarkan bukti dan hasil keterangan saksi-saksi serta olah TKP dan hasil visum. Hal itu diungkapkan Kapolres Agara, AKBP Trisno dalam jumpa pers dengan wartawan media cetak dan electronik di Mapolres Kutacane, Sabtu (18/2).
Pihak kepolisian sedikitnya telah memeriksa 10 orang saksi. Selain itu, hasil visum et repertum RSUD Sahuddin, dan olah TKP, tidak ditemukan adanya bukti-bukti yang menguatkan pada unsur pembunuhan. Namun, kendati demikian, pihak Polres Agara tidak menutup kemungkinan apabila dikemudian hari ditemukan bukti baru, maka Polres Agara akan membuka kasus itu kembali,†ujar Kapolres, AKBP Trisno Riyanto didampingi Kasat Reskrim, Iptu M Firdaus dan Kasat Lantas, AKP Sukirno serta perwira Polres lainnya.
Hasil penyidikan oleh polisi menemukan luka gores di bagian punggung sebelah kiri, di bagian wajah, dahi, dan lenggan, yang diindikasi terjadinya Lakalantas dan bagian kepala adanya benturan akibat terkena benda tumpul.
Menurutnya, pihak penyidik Polres Agara saat ini telah menghentikan penyidikan (SP3), karena tidak adanya bukti yang kuat untuk mengarah kepada tindak pidana pembunuhan.
Disamping itu, tambah Kapolres Agara, pihak keluarga korban juga tidak mengizinkan dilakukan otopsi terhadap korban. Padahal, dengan otopsi semuanya bisa jelas penyebab kematian Darma Sahlan, wartawan yang juga anggota Persatuan Wartawan Aceh (PWA) Kutacane.(as)
Kesimpulan itu didapat berdasarkan bukti dan hasil keterangan saksi-saksi serta olah TKP dan hasil visum. Hal itu diungkapkan Kapolres Agara, AKBP Trisno dalam jumpa pers dengan wartawan media cetak dan electronik di Mapolres Kutacane, Sabtu (18/2).
Pihak kepolisian sedikitnya telah memeriksa 10 orang saksi. Selain itu, hasil visum et repertum RSUD Sahuddin, dan olah TKP, tidak ditemukan adanya bukti-bukti yang menguatkan pada unsur pembunuhan. Namun, kendati demikian, pihak Polres Agara tidak menutup kemungkinan apabila dikemudian hari ditemukan bukti baru, maka Polres Agara akan membuka kasus itu kembali,†ujar Kapolres, AKBP Trisno Riyanto didampingi Kasat Reskrim, Iptu M Firdaus dan Kasat Lantas, AKP Sukirno serta perwira Polres lainnya.
Hasil penyidikan oleh polisi menemukan luka gores di bagian punggung sebelah kiri, di bagian wajah, dahi, dan lenggan, yang diindikasi terjadinya Lakalantas dan bagian kepala adanya benturan akibat terkena benda tumpul.
Menurutnya, pihak penyidik Polres Agara saat ini telah menghentikan penyidikan (SP3), karena tidak adanya bukti yang kuat untuk mengarah kepada tindak pidana pembunuhan.
Disamping itu, tambah Kapolres Agara, pihak keluarga korban juga tidak mengizinkan dilakukan otopsi terhadap korban. Padahal, dengan otopsi semuanya bisa jelas penyebab kematian Darma Sahlan, wartawan yang juga anggota Persatuan Wartawan Aceh (PWA) Kutacane.(as)
Editor : bakri
