Pemuda Anti-Tuak Orasi di Dinas Pariwisata
Selasa, 21 Februari 2012 16:08 WIB
Berita Terkait
- Pria Nekat Malak Anggota Polisi
- Tiga Orang Ditangkap karena Bawa Senjata Api
- Kritis, Reza Dirujuk ke Medan
- Anak Polisi Tertembak di Kepala
- Pengendara Sepeda Motor Tewas
- Tebang Pohon Pinang, Polisi Aniaya Warga
- Jambret Dihadiahi Timah Panas
- Bergaya bak Koboi, Brigadir Iid Terancam Dipecat
- Bos Ganja Dibekuk
- Polisi Belum Temukan Identitas Mayat Bertato Penguin
Laporan Rahmad Wiguna | Medan
SERAMBINEWS.COM, MEDAN - Unjuk rasa menentang maraknya peredaran minuman keras dilakukan belasan pemuda di kantor Dinas Pariwisata Medan, Selasa (21/2/2012). Massa mendesak pemerintah bisa mengeluarkan rumusan mengatur peredaran minuman keras yang dinilai sudah sangat berlebihan.
Massa yang menamakan diri Forum Mahasiswa Antimaksiat Sumut itu mengatakan kondisi tempat hiburan malam di Medan sudah tak sehat. Selain menyediakan minuman keras, disinyalir lokasi hiburan seperti diskotek dan karaoke menyediakan layanan prostitusi dan narkoba.
"Tapi kami lebih fokus pada minuman keras. Selain harganya murah, juga tersedia di mana-mana," kata koordinator aksi, Riki.
Riki menilai Pemko Medan, dalam hal ini Dinas Pariwisata terlalu lunak dengan pengusaha hiburan malam. Bukannya membatasi peredaran minuman keras, Dinas Pariwisata malah terkesan mempermudah izin pengelolaan bisnis hiburan malam. Massa berpendapat sudah seharusnya pemerintah mengendalikan peredaran minuman keras.
"Seharusnya ada sanksi, bukannya proses izin yang dipermudah," tukasnya.
Yang menjadi sorotan seirus massa ialah peresmian sebuah pusat hiburan malam yang menyediakan minuman tuak. Kondisi itu menurut massa dapat merusak mental pemuda Medan, karena dengan mudah mengonsumsi tuak di lokasi elite. Sayangnya hingga aksi berakhir, tak satu pun pejabat berwenang bersedia berdialog dengan massa, sehingga aspirasi itu tak bisa dirembukkan. (rw)
SERAMBINEWS.COM, MEDAN - Unjuk rasa menentang maraknya peredaran minuman keras dilakukan belasan pemuda di kantor Dinas Pariwisata Medan, Selasa (21/2/2012). Massa mendesak pemerintah bisa mengeluarkan rumusan mengatur peredaran minuman keras yang dinilai sudah sangat berlebihan.
Massa yang menamakan diri Forum Mahasiswa Antimaksiat Sumut itu mengatakan kondisi tempat hiburan malam di Medan sudah tak sehat. Selain menyediakan minuman keras, disinyalir lokasi hiburan seperti diskotek dan karaoke menyediakan layanan prostitusi dan narkoba.
"Tapi kami lebih fokus pada minuman keras. Selain harganya murah, juga tersedia di mana-mana," kata koordinator aksi, Riki.
Riki menilai Pemko Medan, dalam hal ini Dinas Pariwisata terlalu lunak dengan pengusaha hiburan malam. Bukannya membatasi peredaran minuman keras, Dinas Pariwisata malah terkesan mempermudah izin pengelolaan bisnis hiburan malam. Massa berpendapat sudah seharusnya pemerintah mengendalikan peredaran minuman keras.
"Seharusnya ada sanksi, bukannya proses izin yang dipermudah," tukasnya.
Yang menjadi sorotan seirus massa ialah peresmian sebuah pusat hiburan malam yang menyediakan minuman tuak. Kondisi itu menurut massa dapat merusak mental pemuda Medan, karena dengan mudah mengonsumsi tuak di lokasi elite. Sayangnya hingga aksi berakhir, tak satu pun pejabat berwenang bersedia berdialog dengan massa, sehingga aspirasi itu tak bisa dirembukkan. (rw)
Editor : arif
