Pemuda Anti-Tuak Orasi di Dinas Pariwisata
"Tapi kami lebih fokus pada minuman keras. Selain harganya murah, juga tersedia di mana-mana,"
SERAMBINEWS.COM, MEDAN - Unjuk rasa menentang maraknya peredaran minuman keras dilakukan belasan pemuda di kantor Dinas Pariwisata Medan, Selasa (21/2/2012). Massa mendesak pemerintah bisa mengeluarkan rumusan mengatur peredaran minuman keras yang dinilai sudah sangat berlebihan.
Massa yang menamakan diri Forum Mahasiswa Antimaksiat Sumut itu
mengatakan kondisi tempat hiburan malam di Medan sudah tak sehat. Selain
menyediakan minuman keras, disinyalir lokasi hiburan seperti diskotek
dan karaoke menyediakan layanan prostitusi dan narkoba.
"Tapi kami lebih fokus pada minuman keras. Selain harganya murah, juga tersedia di mana-mana," kata koordinator aksi, Riki.
Riki menilai Pemko Medan, dalam hal ini Dinas Pariwisata terlalu lunak
dengan pengusaha hiburan malam. Bukannya membatasi peredaran minuman
keras, Dinas Pariwisata malah terkesan mempermudah izin pengelolaan
bisnis hiburan malam. Massa berpendapat sudah seharusnya pemerintah
mengendalikan peredaran minuman keras.
"Seharusnya ada sanksi, bukannya proses izin yang dipermudah," tukasnya.
Yang menjadi sorotan seirus massa ialah peresmian sebuah pusat hiburan
malam yang menyediakan minuman tuak. Kondisi itu menurut massa dapat
merusak mental pemuda Medan, karena dengan mudah mengonsumsi tuak di
lokasi elite. Sayangnya hingga aksi berakhir, tak satu pun pejabat
berwenang bersedia berdialog dengan massa, sehingga aspirasi itu tak
bisa dirembukkan. (rw)