Anak Laut Singkil Dijadikan TPI Terpadu
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Singkil, akan menjadikan Anak Laut Singkil sebagai tempat penampungan ikan (TPI) terpadu
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Aceh Singkil, Iswar SH, Selasa (28/2) mengatakan, pengembangan kawasan Anak Laut menjadi TPI terpadu sudah dilakukan. Seperti pembangunan dermaga tempat kapal ikan berlabuh, membangun pabrik es serta pengerukan jeti yang menghubungkan antara laut lepas dengan Anak Laut Singkil dimana TPI berada.
“Kami sedang membahas pembangunan TPI Anak Laut, menjadi TPI terpadu. Termasuk masalah anggaran melengkapi sarana dan prasarana yang kurang, sedang dirampungan penyusunannya,” kata Iswar.
Pengembangan Anak Laut Singkil menjadi TPI terpadu, membutuhkan waktu dan anggaran yang cukup besar. Salahsatunya pengerukan Jeti penghubung Anak Lut Singkil dengan lautan lepas, agar kapal ikan berukuran besar dapat keluar masuk tanpa halangan. Biaya pengerukan sampai tuntas membutuhkan dana sekitar Rp 5 miliar, anggaran sebesar itu sudah pasti tidak sanggup ditampung dalam APBK.
“Tahun 2011 lalu sudah ada dikeruk dengan anggaran otsus sekitar Rp 1,3 miliar, tapi hanya sedikit. Kami berharap pengerukan menggunakan kapal keruk supaya hasilnya dirasakan, minimal anggarannya Rp 5 miliar,” sebut Iswar.
Iswar juga tidak menampik, salah satu kendala masih jarangnya kapal ikan masuk ke TPI Anak Laut Singkil, karena alasan jeti masih dangkal. Bahkan kondisi tersebut menyebabkan pabrik es yang diproduksi di sana, masih kurang laku. Kendati demikian alasan utama kapal tak masuk, karena bahan bakar minyak (BBM) belum tersedia di kawasan TPI Anak Laut Singkil.
“Ke depan akan diupayakan Anak Laut Singkil jadi TPI terpadu, sarana yang belum ada seperti stasiun pengisian bahan bakar dapat tersedia, kalaupun tidak di kawasan TPI minimal dekat. Untuk sarana lainnya, sudah ada tinggal memfungsikan lebih optimal lagi,” pungkasnya.(c39)