Jumat, 10 April 2026

Puting Beliung Rusak 14 Rumah di Singkil

Cuaca ekstrem, berupa hujan deras disertai petir dan angin puting beliung, melanda kawasan Aceh Singkil, Selasa (28/2) petang

Editor: bakri
zoom-inlihat foto Puting Beliung Rusak 14 Rumah di Singkil
Atap rumah warga di Desa Lae Sipola, Kecamatan Singkohor, Aceh Singkil rusak diterjang angin puting beliung, Selasa (28/2). SERAMBI/DEDE ROSADI
SINGKIL - Cuaca ekstrem, berupa hujan deras disertai petir dan angin puting beliung, melanda kawasan Aceh Singkil, Selasa (28/2) petang. Sedikitnya, 14 rumah warga di Desa Lae Sipola, Kecamatan Singkohor, rusak dan puluhan pohon tumbang setelah akarnya tercerabut disapu puting beliung. Tak ada korban jiwa akibat amuk alam yang berlangsung hampir setengah jam itu.

Tidak adanya korban jiwa lebih karena warga setempat cepat tanggap menyelamatkan diri dengan cara tiarap dan berpegangan kuat-kuat di lokasi yang dianggap aman saat puting beliung melanda.

Menurut Camat Singkohor, Ali Hasmi, kepada Serambi, Rabu (29/2), rumah yang rusak akibat puting beliung itu menimpa 14 kepala keluarga (KK). Sedangkan jumlah jiwa yang tempat tinggalnya rusak mencapai 97 orang.

Buyung (38), salah seorang saksi mata, menerangkan, angin disertai sambaran petir itu membentuk pusaran yang mengerucut ke arah bawah, lalu menyapu berbagai benda yang dilewatinya. Dengan sekali “sedot”, atap rumah, pohon, dan benda-benda lainnya diterbangkan puting beliung. Beberapa di antara benda yang tersedot itu baru jatuh ke tanah sejauh satu kilometer dari lokasi awal.

“Seng atap rumah berterbangan, baru jatuh ke tanah setelah jauh diterbangkan. Besar sekali anginnya, sehingga pohon jambu di depan rumah saya tercabut hingga ke akarnya,” kata Buyung yang atap rumahnya tersapu angin.

Itomom (36), korban lainnya, menyebutkan, gumpalan awan hitam disertai suara bergemuruh mengawali datangnya terjangan puting beliung di desa mereka. Selain menerbangkan berbagai benda yang dilintasinya, angin puyuh itu juga meretakkan dinding rumah warga yang terbuat dari tembok. Beberapa bagian lainnya malah bergeser dari posisi semula.

Kedahsyatan puting beliung itu menyisakan kepiluan bagi keluarga Rudi (29), warga Lae Sipola, Kecamatan Singkohor. Seluruh atap rumahnya terbang, kaca berpecahan, dan barang-barang di dalam rumahnya rusak tertimpa reruntuhan dinding rumahnya yang ambruk tersapu puting beliung.

Rumah Rudi yang terletak di ujung Desa Lae Sipolah itu, paling parah mengalami kerusakan akibat puting beliung tersebut. Tubuh bapak dua anak ini langsung lunglai begitu melihat istana kecilnya berantakan. Masih untung, ia dan keluarganya selamat, karena saat puting beliung menyapu kawasan itu, Rudi sekeluarga sedang menghadiri pesta pernikahan salah seorang anggota keluarganya di Kota Subulussalam.

“Sedih sekali saat melihat rumah sudah hancur. Saya jadi teringat anak istri mau dibawa ke mana untuk berteduh,” kata Rudi dengan suara bergetar kemarin.

Dibantu beberapa tetangganya, Rudi berupaya memindahkan barang-barang berharga dari tumpukan reruntuhan dan genangan air hujan yang langsung mengguyur begitu atap rumahnya diterbangkan angin. Kini ia tinggal di rumah orang tuanya yang atap rumahnya juga hilang sebagian.

Menjelang tengah hari kemarin, sejumlah bantuan masa panik mulai berdatangan, misalnya, dari Pemkab Aceh Singkil. Diserahkan melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah. Kodim 0109/Singkil juga memberi bantuan, diserahkan Danramil Singkohor, Kapten Inf Asfimal. Tak terkecuali dari kandidat calon bupati Aceh Singkil, Khazali.(c39)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved