Aparat Kampong Dilatih Memilih
Ketua Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh Singkil, Abdul Muhri mengatakan, bagi-bagi uang dan memberikan sumbangan
Padahal menurut Muhri, praktek tersebut dilarang termasuk dalam kategori money politic. Karenanya, jika ada kandidat memaksa memberi sesuatu, anggap saja rezeki lima tahunan, namun dalam menentukan pilihan sesuaikan dengan hati nurani.
“Kenyataanya praktek itu terasa, tapi seolah tak ada. Saya sarankan kalau ada yang memberikan sumbangan, pilihan tetap sesuai dengan hati nurani, kalau bisa shalat istikharah dulu,” kata Abdul Muhri, saat menjadi nara sumber diskusi publik pendidikan pemilih bagi aparatur gampong di Kabupaten Aceh Singkil, yang diselenggarakan forum lembaga LSM Aceh, Minggu (18/3). Muhri juga meminta, masyarakat menggunakan hak pilihnya pada 9 April mendatang.
Pembicara lain, Mahdi Devisi Pengawasan Panwas Aceh Singkil meminta, warga berperan aktif dalam mengawasi jalannya pesta demokrasi lima tahunan tersebut. “Agar Pilkada berjalan sukses, masyarakat tolong bantu kami dalam melakukan pengawasan di lapangan. Bila ada temuan kecurangan silahkan lapor tak perlu takut,” seru Mahdi.
Sementara itu, Husnil Ednin, mewakili Forum Lembaga LSM Aceh menyatakan, program tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman dan pengetahuan serta partisipasi masyarakat dalam pelaksanaan Pilkada yang jujur, adil dan demokratis. “Kami berharap apa yang didapat disampaikan kepada masyarakat luas,” katanya.
Diskusi publik pendidikan pemilih bagi aparatur kampong diikuti kepala desa, BPG dan tokoh masyarakat di daerah ini.(c39)