Rabu, 10 Juni 2026

SMP Negeri 4 Sigli

Surat Keterangan Sakit tak Berlaku

Ketika selama ini munculnya sekolah unggul dan sekolah yang menerapkan sistem boarding school, namun SMP Negeri 4 Sigli

Tayang:
Editor: bakri
Ketika selama ini munculnya sekolah unggul dan sekolah yang menerapkan sistem boarding school, namun SMP Negeri 4 Sigli, Pidie yang berdiri sejak tahun 1952 juga berupaya untuk meningkatkan kualitas pendidikan di sekolah tersebut. Kendati usaha tersebut sangat sulit, menyusul sebagian pelajar yang menuntut ilmu di SMPN 4 tersebut memiliki IQ pada taraf sedang-sedang saja.

“Selama ini sebagian pelajar yang sekolah di sini adalah murid yang tak diterima di sekolah lain. Artinya pelajar yang bermasalah di sekolah yang lain justru kami tampung dan kami tempa di sekolah ini,” kata Wakil Kepala SMP Negeri 4 Sigli, Hasballah Kadir SPd kepada Serambi, Selasa (20/3).

Ia menjelaskan, salah satu penyebab SMP Negeri 4 Sigli menerima siswa ‘buangan’ dari sekolah lain, karena selama ini terjadi krisis kepercayaan masyarakat terhadap sekolah tersebut.

Kondisi ini terjadi, kata Hasballah, akibat gedung SMP 4 dipinjam pakai untuk aktifitas belajar mengajar SMP 10 November. Saat itu proses belajar mengajar SMP 10 November dilaksanakan sore hari. Praktis, kata Hasballah, selama gedung sekolah dipinjam untuk kegiatan belajar SMP 10 November. Saat itu pula image masyarakat tidak percaya lagi terhadap kualitas pendidikan di sekolah tersebut.

Seiring dengan pergantian waktu, kata Hasballah yang kerap menjadi khatib Jumat itu, akhirnya SMP 10 November tidak lagi meminjam gedung SMP 4 Sigli. Pelan tapi pasti, kini SMP 4 yang letaknya berdampingan dengan SMP 2 Sigli itu terus berbenah. Kata Hasballah, dengan mengandalkan guru senior, SMP itu terus dipacu dalam meningkatkan mutu pendidikan. Sebab, hal ini menjadi cita-cita semua tenaga pendidik yang mengajar di sekolah tersebut, untuk mengembalikan citra sekolah yang lebih baik di mata publik. Dan, cita-cita tersebut telah terwujud sejak kepala sekolah dijabat Drs Bisuldi. Lalu, Drs Husni Imran dan Dra Syafriwati kepala SMPN 4 sekarang.

Ia menjelaskan, sistem belajar di sekolah itu tergolong unik, sebab sekolah tidak menerima surat bagi siswa yang sakit atau alasan lainnya sehingga bersangkutan tidak sekolah. Pihak orang tua harus datang langsung ke sekolah, untuk melaporkan tentang anaknya yang tidak masuk sekolah. Jika guru pelajaran tertentu tidak hadir, maka siswa tidak ditelantarkan. Akan tetapi, guru yang tidak hadir itu akan diganti oleh guru lain atau guru yang bertugas sebagai piket. “Jadi kami ingin mengubah image tidak baik tentang sekolah ini di opini masyarakat. Kami siap mengorbitkan siswa yang kemampuannya sama dengan sekolah maju yang lain. Masyarakat sedianya memberikan kesempatan bagi SMP 4 Sigli,” katanya.

Ia menjelaskan, kendati siswa yang menimba ilmu di SMP 4 itu tidak cerdas seratus persen karena sebagian siswa berkemampuan rendah, tapi siswa disini tetap berprilaku baik. “Anak-anak saat sekolah disini akhlaknya sudah bagus,”  kata Hasballah suami dari Rasyidah yang juga berprofesi guru di SMP 2 Sigli itu. Dikatakan, SMP Negeri 4 Sigli memiliki sebelas ruang belajar. Sisanya, satu ruang pustaka, satu ruang kantor, satu ruang laboratorium, satu ruang komputer dan satu ruang guru serta.(muhammad nazar)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved