Calon Maestro Catur Aceh
Zulfadli Farali Ahmad, siswa kelas II SMA Kartika XIV-1 Banda Aceh, dikenal sebagai remaja yang jago bermain catur di sekolahnya
Sedangkan pada Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) tahun 2009 yang berlangsung di Banda Aceh, Zulfadli yang mulai berlatih catur sejak masih duduk di Sekolah Dasar, keluar sebagai juara pertama.
Namun, kegemilangan prestasi yang dicapainya di Tanah Rencong gagal diulang dalam tiga kejuaraan nasional catur yang diikutinya, yakni kejuaraan nasional (kejurnas) catur di Jakarta (2012), Palembang (2011), dan Bandung (2008).
Dalam event tingkat nasional, penyuka batagor dan es kelapa ini mengaku gagal menerobos ke peringkat atas. “Untuk masuk ke peringkat atas, saya masih harus belajar lebih banyak lagi,” kata Zulfadli yang kini mengaku terus belajar bermain catur di Sekolah Catur LP3KI Banda Aceh.
Dalam tiga kejuaraan nasional, katanya, dari sembilan babak pertandingan yang diikutinya, nilai tertinggi yang berhasil dikumpulkan hanya 4 point, masing-masing Jakarta dan Bandung, sedangkan pada kejurnas di Palembang, prestasinya justru merosot. Hanya mampu mengumpulkan 3,5 point.
Pria yang bercita-cita menjadi pengusaha sukses itu mengaku belajar catur dari sang bunda. Cut Zulfayana adalah pecatur Aceh dan sang kakak, Anisa, mantan pecatur Aceh yang kini berstatus wasit nasional.(sir)