Rabu, 10 Juni 2026

5000 Yatim Tsunami Kembali Dapat Bantuan

“Program ini sudah mulai sejak 2007 sampai 2011 dengan jumlah yang telah dibina mencapai 5.310 orang anak,”

Tayang:
Editor: hasyim

* Target 15 tahun 25.000 Anak  
* Tersebar di Lima Kab/Kota

BANDA ACEH - Organization For Islamic Cooperation  (OIC) dan Islamic Development Bank (IDB) berkomitmen tetap akan melanjutkan bantuan dana pendampingan pendidikan bagi 5000 anak yatim piatu korban tsunami di Aceh.

“Program ini sudah mulai sejak 2007 sampai 2011 dengan jumlah yang telah dibina mencapai 5.310 orang anak,” kata Direktur Kabinet OIC, Sevefan Ocak  dari Turki yang didampingi Direktur OIC Banda Aceh, Mustafa Sabri Yovuz kepada Pj Gubernur Aceh Tarmizi A Karim pada pertemuan di Pendapa Gubernur Aceh, Jumat (20/4). Pertemuan yang sama juga digelar di ruang rapat Ketua DPRA yang juga dihadiri Wakil Ketua II DPRA, Sulaiman Abda dan tiga anggota yaitu Ketua Komisi C Sanusi, Sekretaris Komisi D Adly Tjalok dan anggota Komisi A Nuraini Maida.

Sevenfan mengatakan misi kunjungannya ke Aceh kali ini sama seperti kunjungan sebelumnya yaitu untuk melakukan monitoring terhadap pelaksanaan program pendampingan bantuan pendidikan dan kesehatan bagi anak yatim piatu korban tsunami di Aceh yang didanai OIC dan IDB.

Program ini sudah dimulai sejak 2007 sebagai bentuk rasa kemanusiaan masyarakat muslim dunia yang tergabung dalam OIC dan IDB, terhadap penderitaan rakyat Aceh akibat bencana tsunami. Selain itu, program tersebut juga dimaksudkan untuk mendukung kelanjutan pendidikan sampai lulus SMA/SMK/MA sederajat bagi yatim piatu yang ditinggalkan orang tuanya dalam musibah tsunami.

Disebutkan pada pertemuan dengan DPRA, pihak OIC dan IDB menjelaskan tentang kelanjutkan program bantuannya di Aceh dengan target tahap II sebanyak 5000 orang. Sedangkan yang telah dilaksanakan tahap I mulai tahun 2007-2011, sebanyak 5.130 orang. Sementara total target bantuan dana pendamping pendidikan ini diberikan selama 15 tahun akan mencapai 25.000 orang.

Terus memantau

Staf IT Aliansi OKI Ahmad Fadlil mengatakan penerima bantuan dari OIC dan IDB diberikan kepada anak usia 0 sampai 18 tahun, atau mulai jenjang pendidikan Tk sampai SMA/SMK/MA atau sekolah sederajat.

Jumlah bantuan yang diberikan untuk setiap anak sekitar 30 dollar AS atau senilai Rp 270.000/anak/bulan.

Ahmad Fadlil menyebutkan pihaknya akan melakukan pemantauan terhadap para penerima bantuan untuk dievaluasi, termasuk aktivitas sosialnya dengan lingkungan sekitar.

“Ada  tim monitoring yang memantau perkembangan prestasi sekolah dan kepribadiannya sehari-hari,” ujarnya.

Disebutkan pihak donor menghendaki dana bantuan tersebut dapat memberi nilai positif bagi kemandirian penerima bantuan setelah mereka menamatkan studi sampai SMA.

“Jika ia ingin melanjutkan pendidikannya sampai ke perguruan tinggi, akan diberikan dana beasiswa khusus,” jelasnya.

Dikatakannya program bantuan dilaksanakan di lima kabupaten/kota yaitu Banda Aceh, Aceh Besar, Pidie, Pidie Jaya dan Lhokseumawe.

Untuk pantai barat dan selatan Aceh, program bantuan dana pendamping pendidikan IOC dan IDB tidak masuk karena pihak OIC dan IDB menilai di wilayah setempat sudah banyak NGO yang melaksanakan program serupa.  

Untuk yatim piatu tsunami yang berada di wilayah Lhokseumawe, Aceh Utara dan Pidie, penyaluran dananya dikelola Baitulmaal Muamalat. Sedangkan wilayah Banda Aceh dan Aceh Besar dikelola PKPU dan Rumah Zakat. Pelaksana kegiatannya dilakukan Program Implementation Agency (PIA). (her)

Sambut Baik

Pj Gubernur Aceh Tarmizi A Karim dan Wakil Ketua II DPRA Sulaiman Abda mengatakan, pihaknya menyambut baik program OIC dan IDB. Pemerintah daerah menyarankan agar tidak tumpang tindih dengan program bantuan pendidikan lainnya, maka perlu dilakukan koordinasi dengan Dinas Pendidikan Provinsi dan kabupaten/kota dalam hal penyalurannya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved