Seunuddon Krisis Air Bersih
Sebanyak tujuh desa di Kecamatan Seunuddon, Aceh Utara hingga kini masih krisis air bersih. Padahal, di kawasan itu sudah ada jaringan
LHOKSUKON - Sebanyak tujuh desa di Kecamatan Seunuddon, Aceh Utara hingga kini masih krisis air bersih. Padahal, di kawasan itu sudah ada jaringan pipa air yang dibangun NGO Cordaid tahun 2006. Karena jaringan itu belum dimanfaatkan, suplai air bersih dari PDAM Tirta Mon Pase ke kawasan tersebut belum bisa dilakukan.
Ketujuh desa itu adalah Desa Ulee Rubek Barat, Ulee Rubek Timu, Bantayan, Teupin Kuyun, Mantang Puntong, Lhok Puuk, dan Meunasah Sagoe. Akibatnya, untuk air minum dan memasak warga membeli air Rp 5.000 per jeriken. Sedangkan, untuk mandi dan mencuci mereka menggunakan air sumur yang rasanya asin.
“Pascatsunami, NGO Cordaid membangun saluran air agar kami tak lagi sulit mendapat air bersih. Air PDAM sempat mengalir di sebagian rumah warga tahun 2006. Kemudian, tahun 2007 praktis tak ada lagi,” ujar Keuchik Ulee Rubek Barat, Badlisyah kepada Serambi, Minggu (29/4).
Dikatakan, pihaknya telah menyampaikan ke pekerja PDAM di Seunuddon agar perusahaan milik Pemkab Aceh Utara itu mendistribusikan lagi air bersih ke tujuh desa itu. “Namun, sampai saat ini belum juga didistribusikan. Kami harap, masalah ini segera disahuti oleh PDAM. Karena, untuk keperluan itu saya pikir dana tak perlu terlalu besar karena pipanya sudah ada. Kami siap bayar biaya air seperti warga lainn,” pungkas Badlisyah.(c46)