Breaking News
Rabu, 10 Juni 2026

Utang Tak Dibayar, Pistol Meledak

Senjata itu diambil pelaku saat korban sedang mandi di rumah temannya berinisial D (DPO).

Tayang:
Editor: Boyozamy

SERAMBINEWS.COM, MEDAN - Kasat Reskrim Polresta Medan, Kompol Yoris Marzuki mengatakan hingga saat ini sudah enam orang saksi diperiksa terkait kasus penembakan yang dilakukan Dedi (35) warga Medan Tembung terhadap temannya sendiri, Irwansyah (38), warga Pasar V Gang Bubah Medan Marelan.


Saat ditanya pistol yang digunakan hingga merenggut nyawa korban berasal dari mana, Yoris mengatakan menurut keterangan pelaku adalah milik  korban. "Pelaku bilang, pistol milik korban. Awalnya mau dipinjam pelaku untuk merampok dan korban menolaknya," kata Yoris.


Senjata itu diambil pelaku saat korban sedang mandi di rumah temannya berinisial D (DPO). Menurut Yoris, motif penembakan karena dendam terhadap korban yang punya utang sebesar Rp 1,5 juta kepada pelaku yang belum dibayarnya.


Pelaku mengakui kalau dirinya melakukan penembakan sebanyak dua kali di bagian pinggang kiri korban. Pelaku dan korban sebelumnya sudah saling kenal dan diduga bagian dari komplotan pencurian motor(Ranmor) di kawasan Medan Tembung yang modus operandinya berpura-pura menjadi  polisi. 


Penyidik berhasil mengamankan barang bukti berupa senjata api jenis revolver, tiga butir peluru, kunci T, dan seperangkat alat-alat yang digunakan saat beraksi. "Sampai hari ini sudah enam saksi yang dimintai keterangan. Pelaku dikenakan Pasal 338 subsider 351 ayat 3 dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara," kata Yoris, Jumat (4/5/2012).


Kejadian ini berawal dari pertengkaran pelaku dan korban pada Kamis (3/5/2012) sekitar pukul 14.00 WIB, di Jalan Letda Sujono Gang Setapak, Kelurahan Tembung, Medan.


Halim (45) dan istrinya, warga setempat, mengatakan, sempat melihat dua orang pria melintas di jalan setapak yang jarang sekali dilalui orang. Selang beberapa menit kemudian, Halim  mendengar suara tembakan sebanyak dua kali. Terkejut, ia dan istrinya yang saat itu sedang berada di rumah langsung  keluar dan mencari asal suara.


"Awalnya aku mendengar suara orang berantam. Tak lama terdengar suara tembakan, kami keluar rumah. Ternyata korban sudah tergeletak di tengah gang sambil memegang perut sebelah  kirinya," kata Halim.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved