Tak Ada Transaksi Politik
Sekda Aceh Tamiang, Saiful Bahri membantah bahwa Pemkab Aceh Tamiang tidak peka terhadap kondisi rakyat, Karena, tambahnya mobil
Pembelian mobil tersebut memang kebutuhan karena selama ini bupati dan wakil bupati hanya memiliki satu mobil operasional, baik perjalanan ke lapangan maupun di dalam kota. Bupati dan Wakil bupati, tidak memiliki mobil lapangan, seperti perjalanan ke Desa Rongo di kaki bukit barisan Kecamatan Tenggulun yang dilakukan wakil bupati menggunakan mobil X- Trail. “Mobil yang dibeli untuk kegiatan lapangan bukan untuk gagah-gagahan,” ujar Saiful Bahri.
Begitu juga mobil untuk Sekdakab sejak tahun 2003 sampai saat ini masih menggunakan kijang Kristal. Bahkan untuk dinas ke lapangan terpaksa menggunakan mobil pribadi. Begitu juga mobil asisten sejak terbentuk Aceh Tamiang sembilan tahun lalu masih menggunakan mobil bekas para kepala dinas. Kalau memang dipermasalahkan, kata Saiful Bahri, kita kembalikan semua, namun warga juga harus peka, Bupati/wakil Bupati dalam melaksanakan tugas membangun daerah untuk kesejahteraan rakyat Tamiang.(md)