Ingin Jadi Dai Perempuan
Iffatul Izzah memiliki cita-cita yang sangat mulia sebagai dai perempuan dan sekaligus guru agama
Dai perempuan Aceh selama ini hanya dikenal Hj Fatimah Cut. Setelah itu, tidak pernah muncul lagi penceramah agama dari kaum perempuan Aceh yang lain. “Kalaupun ada, mungkin pandainya tidak sepopuler Hj Fatimah Cut,” katanya.
Putri sulung tiga bersaudara pasangan T Abdul Muzakkir dan Sabariah ini juga hobi berenang, senam, dan mengarang. Sejumlah koleksi tulisannya, baik dalam bentuk cerita fiksi maupun nonfiksi saat ini masih disimpan dalam buku catatan pribadi. “Belum ada yang saya publikasikan,” kata penyuka milo dan nasi goreng tersebut.
Dari sejumlah judul karya fiksinya, yang masih diingat hanya “pulang kampung” dan “lebaran misterius”, serta puisi berjudul “Ibu”. (sir)