Rabu, 10 Juni 2026

LSM Desak Polisi Berantas Praktek Langsiran BBM

Masalah krisis bahan bakar minyak (BBM) di Kota Subulussalam hingga kini belum juga ada tanda-tanda bakal berakhir

Tayang:
Editor: bakri
SUBULUSSALAM - Masalah krisis bahan bakar minyak (BBM) di Kota Subulussalam hingga kini  belum juga ada tanda-tanda bakal berakhir. Antrean panjang pun masih terus terjadi ketika BBM masuk ke Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota Subulussalam. Kondisi ini dikabarkan karena masih maraknya aksi langsiran BBM oleh kendaraan baik roda empat maupun roda dua yang bertangki besar.

Terhadap masalah ini, Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Aceh Community Care (ACC), Suparman kepada Serambi, Selasa (15/5) mengakui masyarakat dalam beberapa bulan terakhir ini sangat menderita akibat kelangkaan BBM yang melanda Kota Subulussalam.

Karenanya, Suparman yang juga mantan ketua mahasiswa Subulussalam di Medan, Sumatera Utara, ini mendesak pihak kepolisian ‘membereskan’ praktek langsiran yang diduga kuat masih marak terjadi manakala bensin ada di SPBU.

“Ini sudah sangat meresahkan masyarakat, harus ada upaya untuk mengatasi kelangkaan minyak di Subulussalam dan kita berharap polisi harus membereskan aksi langsiran yang selama ini marak terjadi di SPBU,” kata Suparman.

Suparman mengatakan, kelangkaan BBM yang nyaris terjadi setiap hari di Subulussalam tidak hanya menganggu aktivitas masyarakat, namun juga melumpuhkan roda perekonomian, seperti para abang beca yang mengandalkan bensin. Pasalnya, para abang beca harus mengantre hingga berjam-jam padahal mereka harus bersaing mencari penumpang. Sementara jika membeli di kios pengecer harganya sangat mahal sehingga tidak sesuai dengan pendapatan.

Seperti diberitakan sebelumnya, pada Jum’at (11/5) pekan lalu, Serambi menemukan seorang pengendara sedang menyedot bensin dari tangki sepeda motornya untuk dipindahkan ke dalam jeriken persis di samping pagar SPBU Kecamatan Penanggalan.

Sejumlah sumber menginformasikan, selama ini praktek langsiran bensin dari SPBU marak dilakukan oleh pengendara baik mobil maupun sepmor bertangki besar. Aksi ini  dilakukan dengan cara mengantre membeli BBM subsidi di SPBU hingga tangkinya penuh. Setelah itu, mobil atau sepmor keluar dari lokasi SPBU, kemudian BBM nya disedot dengan selang ke jeriken.

Selanjutnya, kendaraan tersebut kembali lagi ke SPBU untuk mengantri BBM yang nantinya akan disedot lagi. “Kondisi itulah yang terjadi selama ini dan berulang-ulang. Jadi wajarlah kalau BBM sering kosong di SPBU sementara di kios-kios pengecer justru membludak,” kata sumber.(kh)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved