Breaking News
Rabu, 10 Juni 2026

Mengkampanyekan Potensi Bencana Sejak Dini

Gambaran simulasi menghadapi gempa bumi yang dilakukan oleh murid-murid Sekolah Dasar Negeri 2 Banda Aceh.

Tayang:
Editor: mufti
zoom-inlihat foto Mengkampanyekan Potensi Bencana Sejak Dini
Ilustrasi Dok Litbang | SERAMBI/BUDI FATRIA
Petugas medis bersama relawan komunikasi RAPI mengevakuasi korban luka dan meninggal pada simulasi gempa dan tsunami di Desa Alue Deah Teungoh, Kecamatan Meuraxa, Banda Aceh, Sabtu (17/7). Simulasi yang dilaksanakan oleh World Vision bersama masyarakat Alue Deah Teungoh tersebut juga dimaksudkan untuk uji sistem komunikasi darurat dan Escape Building yang telah dibangun di desa pesisir tersebut.

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Ratusan murid sekolah dasar berhamburan keluar ruangan kelas. Sirine dan lonceng pun tak henti berbunyi.

Dengan menjunjung tas di atas kepala masing-masing, ratusan siswa ini pun berkumpul dihalaman sekolah. Beberapa diantaranya terlihat pingsan dan menangis ketakutan. Gempa kuat baru saja terjadi

Demikianlah gambaran simulasi menghadapi gempa bumi yang dilakukan oleh murid-murid Sekolah Dasar Negeri 2 Banda Aceh. Kegiatan itu adalah simulasi rutin yang dilakukan oleh sekolah yang sudah mendapat predikat sekolah siaga bencana ini.

Secara rutin sekolah mengampanyekan pengurangan risiko bencana (PRB) sejak usia dini bagi murid-murid dan warga sekolah lainnya. Kepala Sekolah SDN 2 Banda Aceh, Nani Irawati, mengatakan sekolah ini sudah sejak tahun 2009 lalu sudah memperkenalkan kesiap siagaan bencana untuk murid dan para guru. Sekolah ini pun sudah memiliki standar operational Prosedur (SOP), jika sewaktu-waktu bencana datang dan para murid masih berada di sekolah.

"Bahkan kami sudah mengintegrasikan pengetahuan kebencanaan ke dalam semua mata pelajaran di sekolah, sehingga anak didik paham akan potensi bencana di daerah mereka," jelas Nani, Senin (11/6/12).

Selain bencana gempa, tambah Nani, beberapa bencana lainnya juga menjadi bahan simulasi bagi murid, seperti simulasi bagaimana menghadapai bencana banjir, tanah longsor, potensi tsunami dan kebakaran. Sementara untuk potensi bencana lain seperti gunung api, angin puting beliung, disimulasikan dengan alat-alat bantu praktikum yang dikreasikan oleh para murid sekolah.

Sementara itu, Ketua Divisi Advokasi Pendidikan dan Pelatihan Tsunami and Disaster Mitigation Research Center (TDMRC), Mukhlis A Hamid, mengatakan kegiatan simulasi kesiap siagaan bencana di sekolah-sekolah ini merupakan bagian dari proses membangun kesiap siagaan bencana melalui program sekolah siaga bencana.

Manfaat dari kegiatan ini antara lain memberi dampak positif terhadap penumbuhan kesadaran, pengetahuan dan perubahan kebijakan disekolah dalam mengurangi risiko bencana. Kegiatan simulasi kesiap siagaan bencana ini turut disaksikan Country Director Bank Dunia, Stefan G.Koeberle, yang melakukan kunjungan ke Banda Aceh.

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved