Ismayani Raih Doktor Ekonomi
Dosen Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) Banda Aceh Ir Ismayani MSi meraih doktor ekonomi
Sebelum mempersilakan presentasi abstrak disertasi berjudul “Analisis Komoditas Andalan Perkebunan Rakyat di Aceh Besar” Abubakar membacakan biodata Ismayani, namun sang Profesor salah menyebut tahun lahir Ismayani yang juga istrinya itu. Maka ketika Ismayani sebagai promovendus dipersilakan menyampaikan presentasinya, dia terlebih dulu meralat tahun lahirnya yang salah sebut itu.
“Mungkin karena sudah terlalu dekat, sehingga suami lupa dengan tanggal lahir saya, yang benar 5 September 1958,” ucap Ismayani yang mengundang tawa pengunjung. Selanjutnya, Ismayani dalam presentasi abstraknya mengatakan, hasil penelitiannya yang menemukan pengembangan komoditas andalan perkebunan rakyat di Aceh Besar belum konsisten dengan potensi wilayah masing-masing.
Staf ahli Gubernur Aceh ini menyebutkan beberapa faktor menyebabkan inkonsistensi, misalnya pengembangan perkebunan rakyat belum mengacu pada master plan pembangunan Aceh. Sebagian besar perkebunan rakyat di Aceh Besar juga masih mengandalkan swadaya masyarakat yang pemahamannya terhadap komoditas andalan masih rendah.
“Pemerintah juga belum mengalokasikan anggaran untuk perkebunan rakyat secara optimal serta masih rendahnya peran aktif lembaga perguruan tinggi untuk meneliti kesesuaian potensi wilayah dengan komoditas andalan daerah,” paparnya. Ia menyebutkan komoditas andalan di Aceh Besar adalah kelapa, kemiri, cengkeh, pinang dan lada.
Sidang dimulai sekitar pukul 14.30 WIB berlangsung sekitar 90 menit. Akhirnya, Ismayani lulus doktor dengan predikat sangat memuaskan.(sal)