Gubernur: Hukum Harus Ditegakkan
Jumat, 29 Juni 2012 14:28 WIB

GUBERNUR Aceh dr Zaini Abdullah berjabat tangan dengan Kajati Aceh TM Syahrizal SH usai melakukan rapat koordinasi pimpinan daerah (Rakorpimda) terbatas di ruang rapat Gubernur, Kamis (28/6). Rakorpimda terbatas ini dihadiri unsur Muspida, khusus membahas soal situasi keamanan terkini. FOTO/HUMAS PEMERINTAH ACEH
Berita Terkait
- Gubernur Aceh Bertemu Hakim Nya'Pha
- Pagi Ini, Gubernur Aceh Bertemu Hakim Nya' Pha
- Muzakir Manaf Kunjungi Keluarga Nelayan Hilang
- Besok, DPRA dan Gubernur Bahas soal Dana Aspirasi
- Gubernur Kecewa pada Dinas
- Zaini Berharap Garuda Indonesia Buka Rute Haji dan…
- Besok, Gubernur Berkunjung ke Rumah Abu Panton
- Wagub Promosikan Aceh di Abu Dhabi
- 'First Lady' Aceh Kangen Swedia
- Zaini Teken Kesepakatan dengan Taspen
BANDA ACEH - Gubernur Aceh, dr Zaini Abdullah menyatakan pihaknya sangat menyayangkan terjadinya sejumlah insiden dalam beberapa hari terakhir. Untuk menyelesaikannya, di samping harus dilakukan penegakan hukum yang adil dan bermartabat, musyawarah untuk mencapai perdamaian juga harus tetap menjadi rujukan penyelesaian.
“Kita sangat menyayangkan terjadinya beberapa insiden belakangan ini. Hukum harus ditegakkan. Karena ini kewenangan polisi soal keamanan, maka kita serahkan pada polisi untuk menanganinya,” kata Gubernur Zaini Abdullah kepada wartawan seusai memimpin Rapat Koordinasi Pimpinan Daerah (Rakorpimda) Aceh terbatas di ruang kerjanya, Kamis (28/6).
Rakorpimda terbatas yang berlangsung dari pukul 09.00-11.00 WIB itu dihadiri Kapolda Irjen Pol Iskandar Hasan, Kajati TM Syahrizal SH, Kasdam IM Brigjen TNI Iskandar M Sahil, Wakil Ketua DPRA Amir Helmi, Ketua Komisi A DPRA Adnan Beuransah, dan Abdullah Saleh (anggota Komisi A DPRA).
Gubernur meminta masyarakat untuk terus menjaga kondisi Aceh yang telah kondusif, karena dengan situasi yang aman dan nyaman akan dengan mudah untuk membangun daerah ini. Jika Aceh aman, para investor akan datang untuk menanamkan modalnya di Aceh. “Kita masih membutuhkan modal besar dalam membangun daerah ini. Tidak cukup dengan mengandalkan modal dari pemerintah, tetapi modal swasta juga sangat dibutuhkan,” tukasnya.
Menyangkut kasus bentrokan antara mahasiswa Aceh Selatan dengan Aceh Tengah di Banda Aceh dua malam lalu, Gubernur Aceh menyatakan sudah dilakukan penyelesiaannya melalui upaya damai. “Kasus ini sudah menjadi perhatian kita bersama. Saya sangat menyayangkan terjadinya kasus ini. Seharusnya sesama saudara kita tak boleh ribut. Mari kita bersatu membangun Aceh,” ajak Zaini yang baru empat hari dilantik menjadi Gubernur Aceh 2012-2017. (sup)
“Kita sangat menyayangkan terjadinya beberapa insiden belakangan ini. Hukum harus ditegakkan. Karena ini kewenangan polisi soal keamanan, maka kita serahkan pada polisi untuk menanganinya,” kata Gubernur Zaini Abdullah kepada wartawan seusai memimpin Rapat Koordinasi Pimpinan Daerah (Rakorpimda) Aceh terbatas di ruang kerjanya, Kamis (28/6).
Rakorpimda terbatas yang berlangsung dari pukul 09.00-11.00 WIB itu dihadiri Kapolda Irjen Pol Iskandar Hasan, Kajati TM Syahrizal SH, Kasdam IM Brigjen TNI Iskandar M Sahil, Wakil Ketua DPRA Amir Helmi, Ketua Komisi A DPRA Adnan Beuransah, dan Abdullah Saleh (anggota Komisi A DPRA).
Gubernur meminta masyarakat untuk terus menjaga kondisi Aceh yang telah kondusif, karena dengan situasi yang aman dan nyaman akan dengan mudah untuk membangun daerah ini. Jika Aceh aman, para investor akan datang untuk menanamkan modalnya di Aceh. “Kita masih membutuhkan modal besar dalam membangun daerah ini. Tidak cukup dengan mengandalkan modal dari pemerintah, tetapi modal swasta juga sangat dibutuhkan,” tukasnya.
Menyangkut kasus bentrokan antara mahasiswa Aceh Selatan dengan Aceh Tengah di Banda Aceh dua malam lalu, Gubernur Aceh menyatakan sudah dilakukan penyelesiaannya melalui upaya damai. “Kasus ini sudah menjadi perhatian kita bersama. Saya sangat menyayangkan terjadinya kasus ini. Seharusnya sesama saudara kita tak boleh ribut. Mari kita bersatu membangun Aceh,” ajak Zaini yang baru empat hari dilantik menjadi Gubernur Aceh 2012-2017. (sup)
Editor : hasyim
