Dewan Segera Bentuk Pansus
DPRK Aceh Tengah akan segera membentuk Panitia Khusus (Pansus) Bidan PTT untuk menelusuri adanya dualisme pengumuman
TAKENGON - DPRK Aceh Tengah akan segera membentuk Panitia Khusus (Pansus) Bidan PTT untuk menelusuri adanya dualisme pengumuman kelulusan. Hal itu terkuak dalam pertemuan para calon bidan yang didampingi orangtua masing-masing dengan para anggota dewan di Takengon, Kamis (19/7).
Dilaporkan, terjadi dualisme pengusulan data para calon bidan PTT yang dikirimkan Dinas Kesehatan (Dinkes) Aceh Tengah ke Dinkes Provinsi Aceh di Banda Aceh dan Kementerian Kesehatan di Jakarta. Yang satu dikirim Kabid Pengelola Dinkes Aceh Tengah yang telah dinon-aktifkan dan satunya lagi, Kadiskes Aceh Tengah, dr Sukri Maha.
Kedatangan kembali para calon bidan PTT itu ke gedung dewan, setelah pertemuan sebelumnya tidak mendapatkan kepastian apapun dari Kadiskes yang dihadirkan anggota dewan. Namun kali ini, jumlah calon bidan PTT yang mendatangi gedung dewan lebih banyak dari sebelumnya karena juga didampingi orangtua masing-masing.
“Kesimpulan sementara, ada dualisme pengusulan dalam penerimaan calon bidan PTT di Aceh Tengah, pertama dikirim Kadis Kesehatan Aceh Tengah, Dr Sukri Maha dan usulan kedua dikirim Pengelola Bidan Dinkes,” kata anggota Komisi D, DPRK Aceh Tengah, Muhammad Ridwan di hadapan para calon bidan PTT dalam pertemuan di ruang sidang dewan, kemarin.
Dia mengungkapkan, pengusulan yang diajukan pengelola bidan Dinkes Aceh Tengah telah ada SK. Namun, sebutnya, Kepala Dinas Kesehatan, justru menolak hasil pengumuman ini, bahkan, disebutkan, pengumuman kelulusan yang telah beredar luas dan sebagian ada di tangan para calon bidan PTT palsu.
“Terkait dengan persoalan ini, kami dari pihak dewan akan berupaya mencari solusi terbaik agar permasalahan penerimaan bidan PTT ini bisa segera diselesaikan,” jelas Ridwan. Dia menegaskan, dewan akan membentuk Pansus untuk menelusuri permasalahan rekruitmen bidan PTT.
Dia menambahkan jika Pansus telah dibentuk, maka akan ditelusuri mulai dari Dinkes Provinsi Aceh, hingga ke Kementerian Kesehatan. “Kami berharap para calon bidan PTT yang datang hari ini (kemarin-red), bisa bersabar. Semua aspirasi akan segera ditindak lanjuti,” ujar Muhammad Ridwan yang didampingi anggota dewan lainnya, Bardan Sahidi, Musa AB dan Wajaddal Muna.
Sedangkan, puluhan calon bidan PTT yang datang bersama orangtua masing-masing orang tua, namanya telah lulus seleksi versi pengelola bidan Dinkes Aceh Tengah. “Jadi mana yang betul sebenarnya pengumuman ini. Kami bingung, pengumuman sudah keluar tapi masih simpang siur,” kata salah satu orang tua calon bidan, Misjono Haris kepada anggota dewan.
Seperti yang diberitakan Serambi sebelumnya, pengumuman penerimaan bidan pegawai tidak tetap (PTT) di Kabupaten Aceh Tengah dinyatakan palsu, disebarkan oleh orang tak bertanggungjawab. Sebanyak 26 calon bidan PTT yang namanya tercantum dalam pengumuman itu melakukan demo ke gedung DPRK Aceh Tengah, mempertanyakan kejelasan nasib mereka, Selasa (17/7).
Kadis Kesehatan Aceh Tengah, Dr Sukri Maha yang datang ke gedung dewan, berdasarkan panggilan anggota dewan menyatakan pengumuman kelulusan yang telah beredar palsu dan bukan pengumuman resmi dari pihaknya, tetapi dari Kemenkes.(c35)
Pengelola Bidan Dimutasi
Kadiskes Aceh Tengah, dr Sukri Maha yang mengungkapkan telah melaporkan prihal tersebut ke polisi yang dilakukan pengelola bidan, berinisial KI alias SYG dan telah diberhentikan dari jabatannya ternyata dimutasi ke Puskesmas Isak.
Ki merupakan petugas yang menangani proses penerimaan bidan PTT, termasuk mengantar ke provinsi. Berdasarkan informasi yang diterima Serambi, polisi sedang menyelidiki kasus tersebut dan beberapa pihak telah dimintai keterangan.
Sementara itu, para bidan PTT yang sedang bertugas di Aceh Tengah sudah dua bulan tidak menerima gaji dan diakui Sukri Maha saat audiensi dengan calon bidan PTT di gedung dewan pada Selasa (17/7). Kadiskes ini beralasan telah terjadi perubahan pos pembayaran, dari bank ke kantor pos, sehingga terjadi keterlambatan.(c35)