Polres Pidie Sebarkan 350 Personel
Guna memberi rasa nyaman bagi umat Islam dalam melaksanakan ibadah pada Ramadhan
SIGLI - Guna memberi rasa nyaman bagi umat Islam dalam melaksanakan ibadah pada Ramadhan di Pidie dan Pidie Jaya, Polres Pidie telah menyiapkan 350 personel polisi yang disiagakan pada beberapa titik yang dinilai rawan.
“Sebanyak 350 polisi itu masing-masing dari Polres Pidie berjumlah 100 orang. Kemudian dibantu 250 orang personel dari 30 Polsek yang tersebar di Pidie dan Pidie Jaya,” kata Kapolres Pidie, AKBP Dumadi SStmk, didampingi Kabag Ops, Kompol Nazaruddin SH MM, kepada Serambi Jumat (20/7).
Kata Kapolres Dumadi, personel polisi yang diturunkan itu untuk memberikan pengamanan bagi masyarakat yang sedang melaksanakan ibadah, termasuk polisi berpakaian preman. Masjid, katanya, salah satu titik rawan terjadi pencurian sepeda motor. Pemilik sepmor harus memastikan jika sepmornya telah terkunci sebelum masuk masjid atau menasah. Sehingga saat melaksanakan shalat tarawih di masjid betul-betul telah aman. Begitu juga, rumah harus betul-betul dipastikan aman.
Di tempat penjual penganan berbuka puasa, kata Dumadi, juga akan ditempatkan beberapa personel polisi supaya tidak terjadi kemacetan jalan. “Rencanyan, sejak sore anggota kami akan menurunkan peugas polisi ke lokasi tersebut, untuk mengatur lalulintas dalam menghindari macet. Apalagi hari pertama puasa jumlah masyarakat membeli penganan membludak,” katanya.
Jalur-jalur yang selama ini kerap digunakan tempat ugal ugalan oleh anak remaja dengan sepeda moto, kata Dumadi, juga akan diantisifasi dengan menempatkan beberapa petugas. Ditegaskan, polisi tetap mengawasi lokasi tersebut, jika ada balapan liar akan ditangkap dan sepeda motornya ditahan. “Saya berharap jika adanya gangguan yang menggangu masyarakat, secepatnya melaporkan kepada polisi terdekat,” demikian AKBP Dumadi.
Razia Petasan
Sementara itu, Polres Aceh Timur juga telah membentuk tim untuk mengamakan masyarakat yang beribadah, baik siang hari maupun pada malam hari. Menurut Kapolres Aceh Timur, AKBP Iwan Eka Putra SH melalui Kasat Reskrim AKP Priyo Utomo SH SIk kepada wartawan Jumat (20/7) di Idi menegaskan, pengalaman tahun lalu hampir semua kecamatan khususnya di lintasan jalan negara Banda Aceh–Medan terdengar suara petasan hingga menyebabkan tidak khususnya warga yang melaksanakan shalat tarawih. “Karena itu tahun ini kita gelar razia petasan,”tambah AKP Priyo Utomo.
Dikatakan, kepolisian tidak menyebutkan titik-titik yang akan menjadi target razia petasan selama pelaksanaan shalat tarawih. Namun AKP Priyo Utomo mengatakan pusat keramaian akan menjadi perhatian pihaknya seperti Kota Peureulak, Kota Idi dan Kuta Binjei.(naz/yuh)