Usman Babak Belur Dihajar Ayah dan Anak
Tragis nian nasib Usman (42) warga Desa Kuta Tuha, Kecamatan Blaqngpidie, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya)
Menurut informasi yang diterima, peristiwa yang menimpa Usman itu terjadi sekitar pukul 22.00 WIB setelah shalat tarawih. Korban yang pulang sendiri itu tiba-tiba dihadang oleh dua warga di persimpangan jalan T Budiman menuju ke rumahnya di Desa Kuta Tuha, sekitar 30 meter dari Masjid Jamik..
Kedua warga yang merupakan ayah dengan anak yang juga warga setempat itu tanpa basi-basi langsung menyerbu dan melayangkan ikat pinggang ke arah kepala korban sehingga memuncratkan darah segar. Meski telah terjatuh karena pusing akibat dipukul, namun kedua warga itu tetap saja memukul korban di dalam remangan cahaya lampu itu, hingga korban tak berdaya.
Salah seorang warga yang mengetahui kejadian itu langsung melarikan korban ke puskesmas Blangpidie. Setelah mendapat perawatan di puskesmas korban selanjutnya di rujuk ke RSUD lokasi Padang Merantee, Desa Ujung Padang, Susoh.
Usman (korban) saat dibesuk di ruang Seuruni RSUD Abdya, membenarkan dirinya dipukul oleh dua warga sedesanya Minggu (22/7) malam.
Usman yang juga Ketua Divisi Pelanggaran Panwaslu Abdya, menceritakan sekitar pukul 20.00 WIB pihaknya pergi ke Masjid Jamik tujuan shalat terawih berjamaah. Tapi ketika hendak tiba dipersimpangan jalan T Budiman, tiba-tiba dikagetkan dengan suara ledakan mercon yang dijatuhkan di depannya.
Merasa terkejut korban langsung menghampiri keempat pemuda tersebut dengan maksud menanyakan siapa yang meletuskan mercon tadi sehingga membuat dirinya terkejut akibat suara ledakan tersebut. Tapi salah seorang diantara anak muda yang diketahui namanya Hardi langsung mengatakan saya anak wak Sur. Mendengar kata-kata itu, Usman sambil pergi mengatakan saya tidak takut. “Saya hanya menggertak mereka agar tidak main petasan saat orang sedang shalat terawih,” katanya.
Sebelumnya Suherman bertanya kenapa anaknya dipukuli korban. Meski membantah melakukan penganiayaan, pelaku tetap saja kalap serta menghajar menggunakan ikat pinggang, sampai besinya menancap di kepala Usman.
Tak disangka, ketika pulang dari masjid korban langsung dihadang dan dipukul oleh Hardi bersama ayahnya, Suherman (42). Meski sempat mengelak pukulan beberapa kali, namun korban baru terjatuh ketika Hardi menghujani tali pinggang ke kepalanya. Tak hanya sampai disitu, melihat korban yang sudah terjatuh giliran sang ayah menghujani bogem mentah kea rah wajah korban hingga tak berdaya.
Terkait masalah tersebut, Kapolres Abdya, AKBP Eko Budi Susilo SIK melalui Kapolsek Blangpidie, Iptu Erjan Dasmi STP yang dihubungi Serambi, membenarkan adanya peristiwa pemukulan tersebut. Bahkan kedua pelaku masing-masing Hardi (17) dan Suherman (42) malam itu juga diamankan sementara di Mapolsek Blangpidie, guna menghindari amukan pihak keluarga korban.
Kedua pelaku baru diperiksa dan dijadikan tersangka Senin (23/7) setelah pihak keluarga korban membuat pengaduan ke Polsek Blangpidie. “Kasus ini sudah ditangani polisi,” katanya.(az)